Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tren suku bunga tinggi dan ketatnya persaingan penghimpunan dana, PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) memilih mengandalkan penguatan ekosistem digital dan pengalaman nasabah untuk menggenjot dana murah atau current account savings account (CASA).
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane Wardhana mengatakan strategi penghimpunan dana murah tidak hanya bergantung pada penawaran suku bunga yang kompetitif. Menurutnya, kualitas layanan dan pengalaman nasabah saat menggunakan aplikasi perbankan juga menjadi faktor penting dalam menarik dana masyarakat.
“Untuk meningkatkan CASA memang salah satu faktornya adalah suku bunga. Tapi di sisi lain ada faktor lain seperti pengalaman nasabah ketika menggunakan ekosistem atau aplikasi Amar Bank itu sendiri serta fitur-fitur yang ditawarkan kepada nasabah ritel, UMKM maupun korporasi,” ujar Kevin di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Usai Laba Cetak Rekor, Amar Bank Bagi Dividen Rp 110 Miliar dengan Potensi Yield 3%
Kevin menjelaskan, Amar Bank terus mengembangkan berbagai solusi dan fitur digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen nasabah. Perseroan mengandalkan dua ekosistem utama, yakni aplikasi Amar Bank untuk nasabah ritel dan Amar Bank Bisnis untuk segmen UMKM serta korporasi.
Melalui penguatan kedua ekosistem tersebut, Amar Bank berharap dapat meningkatkan penghimpunan CASA sekaligus memperluas basis nasabah.
“Harapannya dengan menggunakan dua ekosistem tersebut kami bisa mendapatkan CASA yang kompetitif dan menambah jumlah nasabah baik dari segmen ritel, UMKM maupun korporasi,” katanya.
Meski demikian, Kevin mengakui kenaikan BI Rate tetap menjadi tantangan terbesar dalam menghimpun dana murah pada tahun ini. Pasalnya, kenaikan suku bunga acuan mendorong bank-bank lain menawarkan bunga simpanan yang lebih tinggi untuk menarik dana masyarakat.
“Kenaikan suku bunga yang dilakukan BI pada akhirnya meningkatkan level suku bunga yang ditawarkan oleh perbankan lain. Itu memang menjadi salah satu tantangan terbesar kami,” ujarnya.
Baca Juga: Kredit Amar Bank Terdorong Perluasan Jangkauan Pasar
Namun demikian, Amar Bank meyakini keputusan nasabah untuk menempatkan dana di suatu bank tidak semata ditentukan oleh tingkat bunga. Faktor kemudahan layanan, fitur digital, dan kenyamanan bertransaksi juga menjadi pertimbangan penting.
Karena itu, perseroan akan terus meninjau strategi suku bunga sembari memperkuat layanan digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
“Selain suku bunga, ada faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan nasabah ketika mereka ingin melakukan penempatan dana di suatu bank. Oleh karena itu kami akan terus mengembangkan ekosistem dan layanan digital kami,” katanya.
Di tengah tren suku bunga tinggi, Amar Bank juga belum melihat adanya pergeseran dana nasabah secara signifikan dari tabungan dan giro ke deposito.
Kevin mengatakan komposisi dana pihak ketiga perseroan hingga saat ini masih relatif stabil meskipun dalam beberapa bulan terakhir BI telah menaikkan suku bunga acuan.
“Untuk saat ini rasionya masih cenderung stabil sehingga tidak ada perubahan yang signifikan meskipun terjadi kenaikan suku bunga dalam waktu singkat,” ujarnya.
Perseroan berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga hingga akhir tahun seiring meningkatnya aktivitas transaksi nasabah di platform digital Amar Bank.
Dari sisi biaya dana (cost of fund), Kevin menilai tekanan yang dirasakan perseroan masih relatif terbatas.
“Untuk saat ini perubahan cost of fund tidak terlalu signifikan untuk bank kami. Kami masih melihat angkanya relatif stabil,” tutupnya.
Baca Juga: Amar Bank Optimistis Kredit Digital Jadi Solusi Tumbuhkan Sektor UMKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













