kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.013   -19,00   -0,11%
  • IDX 6.239   2,63   0,04%
  • KOMPAS100 820   2,99   0,37%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,29   0,08%
  • IDXHIDIV20 430   0,21   0,05%
  • IDX80 94   0,47   0,50%
  • IDXV30 119   1,52   1,29%
  • IDXQ30 112   0,14   0,13%

MSIG Life Terapkan AI Dalam Pengelolaan Klaim di Lini Asuransi Kesehatan


Senin, 03 Agustus 2026 / 13:31 WIB
MSIG Life Terapkan AI Dalam Pengelolaan Klaim di Lini Asuransi Kesehatan
ILUSTRASI. MSIG (MSIG/)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan industri perasuransian, khususnya pada lini asuransi kesehatan. Adapun pemanfaatan AI bertujuan untuk mendukung peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan. 

Secara rinci, OJK menyebut pemanfaatan AI pada lini asuransi kesehatan digunakan dalam proses underwriting, pengelolaan klaim, deteksi potensi fraud, analisis data kesehatan, serta layanan pelanggan melalui chatbot. Selain itu, digunakan juga untuk pengembangan produk yang lebih sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah.

Mengenai hal itu, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) telah menerapkan AI dalam pengelolaan klaim di lini asuransi kesehatan. 

Baca Juga: Realisasi KUR 2026 Tembus Rp 169 Triliun, Jangkau 2,65 Juta Debitur UMKM

Director and Chief Operating & IT Officer MSIG Life Elly Susanti mengatakan penerapannya mampu mengumpulkan seluruh informasi klaim dan menganalisisnya berdasarkan ketentuan polis dan kondisi medis. Elly menambahkan penggunaan AI juga dapat membantu pihaknya dalam mengambil keputusan klaim.

"AI membantu tim analis klaim kami mengambil keputusan klaim yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih konsisten," ujarnya kepada Kontan, Minggu (2/8/2026).

Selain itu, Elly menerangkan analisis yang dilakukan juga membantu MSIG Life mendeteksi potensi fraud, waste, dan abuse, mulai dari pemalsuan dokumen hingga indikasi pemberian pengobatan yang berlebihan. 

"Penerapannya dilakukan kami secara bertahap dan akurasinya akan makin baik, seiring bertambahnya cakupan data dan pengalaman penggunaan," ucapnya.

Dari perspektif OJK, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan pemanfaatan AI merupakan bagian dari transformasi digital yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan industri perasuransian. 

Meski demikian, dia menyebut penerapan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan didukung tata kelola yang baik dan penerapan manajemen risiko memadai. 

"Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa risiko yang timbul dari penggunaan AI, seperti risiko operasional, siber, model (model risk), pelindungan data pribadi, serta bias algoritma, telah diidentifikasi, diukur, dipantau, dan dikendalikan secara efektif," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (28/7).

Ogi menyampaikan penggunaan AI juga tidak menghilangkan tanggung jawab direksi dan manajemen perusahaan dalam memastikan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan tetap dapat dipertanggungjawabkan, transparan, adil, dan tidak merugikan konsumen.

Baca Juga: Hasil Uji Coba New RBC Turunkan Rasio Solvabilitas, Ini Kata Asuransi Asei

Sementara itu, Ogi memandang bahwa penerapan AI harus sejalan dengan prinsip kehati-hatian (prudential principle). Dengan demikian, inovasi teknologi tidak mengorbankan kualitas pengelolaan risiko maupun pelindungan konsumen. Ke depannya, OJK mendukung pemanfaatan AI sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing industri perasuransian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×