Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) membuka peluang untuk menghadirkan layanan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) dengan menimbang perkembangan teknologi. Amar Bank juga membuka potensi kerjasama dengan bank lainnya.
Direktur Informasi Teknologi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane menyebut Amar Bank selalu mengedepankan layanan yang dapat mempermudah nasabah.
Salah satu potensi yang terbuka adalah mengenai kerja sama dengan bank lainnya, baik digital maupun konvensional, untuk memperluas aksesibilitas nasabah Amar Bank.
“Amar Bank terbuka untuk menjajaki peluang kolaborasi yang dapat semakin meningkatkan kemudahan dan kenyamanan layanan bagi nasabah,” kata Kevin kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).
Salah satu kerja sama yang dapat dijajaki adalah penggunaan mesin ATM milik bank konvensional untuk membuka fitur layanan tarik tunai bagi nasabah Amar Bank.
Baca Juga: Amar Bank Berkomitmen Jaga NPL di Kisaran 1% Sepanjang Tahun 2026
Selain kerja sama antar perbankan, dalam kesempatan yang lain, Kevin juga menyebut Amar Bank akan mengadopsi teknologi AI dalam pelayanan digitalnya.
Kevin menilai AI dapat membantu nasabah dalam lebih mudah mengoperasikan layanan digital banknya, melakukan verifikasi pintar terhadap karakter nasabah calon peminjam kredit, serta menekan biaya operasional.
“Pertumbuhan teknologi secara general, seperti AI, itu bisa membantu perbankan digital untuk bisa memberikan solusi layanan yg lebih inovatif lagi,” kata Kevin dalam acara Amar Bank, Selasa (10/3/2026).
Di sisi lain, pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyebut potensi yang ada dalam pemanfaatan AI masih dibarengi dengan risiko permasalahan yang dapat terjadi.
Baca Juga: Amar Bank: 60% Portofolio Kredit Berada di Sektor UMKM
“Masalahnya adalah terkait dengan batas-batas, seperti keamanan data. Keamanan data itu masih menjadi problem,” kata Nailul dalam acara Amar Bank, Selasa (10/3/2026).
Nailul menilai, sampai saat ini, implementasi AI yang dapat digunakan dalam layanan perbankan adalah untuk mengidentifikasi sifat atau karakter calon debitur.
Nailul sendiri memprediksi bank digital akan bertumbuh semakin pesat di tahun 2026 ini. Ia menilai pertumbuhan bank digital akan sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah transaksi digital di kehidupan masyarakat.
Menurutnya, jumlah transaksi digital tahun ini akan mencapai 4 triliun total transaksi. “Transaksi dari bank digital pun mengalami kenaikan. Meskipun di tahun 2026 ada berbagai macam gejolak, kita prediksi pertumbuhannya sedikit melambat di angka 10%,” ucapnya.
Baca Juga: Amar Bank Kembangkan Layanan Pembayaran Digital dengan MRT Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













