kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.949   33,00   0,20%
  • IDX 7.208   -154,46   -2,10%
  • KOMPAS100 1.001   -20,22   -1,98%
  • LQ45 737   -14,11   -1,88%
  • ISSI 253   -6,59   -2,54%
  • IDX30 394   -6,93   -1,73%
  • IDXHIDIV20 490   -7,20   -1,45%
  • IDX80 113   -2,17   -1,89%
  • IDXV30 132   -1,91   -1,42%
  • IDXQ30 128   -1,89   -1,46%

Amar Bank: 60% Portofolio Kredit Berada di Sektor UMKM


Jumat, 13 Maret 2026 / 10:17 WIB
Amar Bank: 60% Portofolio Kredit Berada di Sektor UMKM
ILUSTRASI. Amar Bank Berkomitmen Jaga NPL di Kisaran 1% Sepanjang Tahun 2026 (KONTAN/Ammar Rezqianto)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) optimistis dapat mendorong penyaluran kredit UMKM di tahun ini. Selain menawarkan kemudahan administrasi, Amar Bank juga menjaga kedekatan dengan nasabah.

Senior Vice President of MSME Amar Bank Josua Sloane Sologracia menegaskan bahwa penyaluran kredit Amar Bank akan selalu diutamakan pada sektor UMKM. Adapun Josua menyebut saat ini kredit UMKM telah mencapai 60% dari total keseluruhan kredit yang disalurkan Amar Bank.

"Menurut kami, kami mampu membangunkan UMKM. Sebanyak 60% dari portofolio kami itu terdiri dari mikro. Jadi apakah kami sudah membangunkan? Menurut saya, iya untuk customer yang kami miliki, total ada 400.000 di segmen tersebut," kata Josua dalam acara diskusi Digital Banking & Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: BCA Bakal Tebar Dividen Interim 3 Kali Pada Tahun 2026

Josua menilai Amar Bank sebagai bank digital memiliki kelebihan dalam penyaluran kredit UMKM dibandingkan bank konvensional. Di antaranya adalah administrasi yang tidak rumit, serta bunga kredit yang relatif lebih rendah dibandingkan bank pada umumnya.

Josua juga menyebut ada banyak nasabahnya yang merupakan pelaku usaha UMKM yang tertolak saat mengajukan kredit di bank konvensional.

"UMKM itu bukan hanya dinilai proyeksi ekonominya, tapi juga karakternya. Kredit skoring kami mampu mengidentidikasi berbagai macam hal, termasuk karakternya," ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda  menyebut bank digital memiliki potensi untuk bertumbuh di tahun 2026 dengan semakin meningkatnya aktifitas transaksi digital di masyarakat.

Nailul kemudian menyoroti porsi kredit UMKM dari total penyaluran kredit perbankan di Januari 2026 lalu yang masih berada di kisaran 20%. 

Baca Juga: LPS Sebut Peran Program Penjaminan Polis Begitu Diperlukan Industri Asuransi

"Kita lihat ada peluang nih untuk digital banking bisa mengerek porsi UMKM di total kreditnya supaya bisa lebih tinggi. Maka kalau kita lihat dari sisi target itu 30%, tapi satu sisi sekarang berada di 20%. Jadi masih cukup turun," kata Nailul dalam acara yang sama, Selasa (10/3)

Senada dengan Josua, Nailul menilai bank digital mampu menggapai para pelaku usaha yang tidak memenuhi persyaratan untuk menerima kredit di bank konvensional.

"Alasannya adalah prosedur, ada yang tidak tahu, prosedurnya sulit, ada terkait dengan agunan, suku bunga tinggi, dan lain sebagainya," ucapnya.

Nailul juga menyebut bank digital secara keseluruhan memiliki peluang tinggi untuk bisa bertumbuh di tahun 2026. Pasalnya, ia menilai masyarakat saat ini semakin cenderung untuk memilih layanan-layanan yang berbasis digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×