kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Antisipasi Pelemahan Rupiah, Ini Strategi Great Eastern General Insurance (GEGI)


Selasa, 21 April 2026 / 14:26 WIB
Antisipasi Pelemahan Rupiah, Ini Strategi Great Eastern General Insurance (GEGI)
ILUSTRASI. Great Eastern (Dok/PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI))


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menyatakan telah mengantisipasi dampak pelemahan rupiah melalui pengelolaan risiko, sehingga tidak berdampak material pada kinerja keuangan.

Direktur Keuangan GEGI Andy Soen mengatakan, langkah antisipasi dilakukan dengan menyesuaikan komposisi aset dan liabilitas, termasuk mengalokasikan sebagian aset dalam mata uang dolar Amerika Serikat agar sejalan dengan kewajiban.

“Strategi ini kami lakukan untuk menjaga keseimbangan aset dan liabilitas, sehingga volatilitas nilai tukar tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan,” ujar Andy kepada Kontan, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan, Prudential Syariah Akan Terus Perkuat Inovasi

Kendati demikian, ia menyebut pelemahan rupiah tetap berpotensi memengaruhi sejumlah lini bisnis asuransi umum, khususnya yang menggunakan denominasi mata uang asing. Hampir seluruh lini dengan eksposur dolar AS akan terdampak akibat kenaikan biaya di sisi nasabah.

Menurut Andy, dampak yang relatif lebih besar terlihat pada lini asuransi kebakaran karena kondisi ini dapat menghambat pelaku usaha dalam melakukan ekspansi maupun investasi. Selain itu, lini asuransi kargo impor juga terdampak seiring meningkatnya biaya pembelian barang dari luar negeri.

Sebagai langkah mitigasi, GEGI juga menyarankan pemegang polis untuk menyesuaikan nilai pertanggungan, terutama bagi aset yang memiliki keterkaitan erat dengan mata uang dolar AS.

"Dalam strategi bisnis kami, fokus bisnis kami sudah mengarah ke bisnis personal, ritel & SME yang kami nilai lebih tangguh dalam menghadapi gejolak ekonomi," tuturnya.

Sebagai informasi, per Maret 2026 pendapatan premi perusahaan mencapai Rp 316 miliar atau tumbuh 14% secara tahunan. Sementara sepanjang 2025, premi GEGI tercatat sebesar Rp 1 triliun, meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×