kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

April, kredit perbankan melambat


Kamis, 13 Juni 2013 / 14:07 WIB
ILUSTRASI. Warga menunjukan KTP elektronik yang baru dicetak menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), di Padang, Sumatera Barat, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa, Dyah Megasari |

JAKARTA. Kinerja industri perbankan benar-benar di uji sejak awal 2013. Bank Indonesia (BI) mengumumkan, penyaluran kredit pada April tahun ini melambat jadi 21,9% secara year on year (yoy).

“Ini sejalan dengan perlambatan ekonomi domestik,” jelas Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Kamis (13/6).

Kredit modal kerja dan kredit investasi masih tumbuh cukup tinggi sebesar 23,0% (yoy) dan 23,7% (yoy). Sementara kredit konsumsi tumbuh 18,8% (yoy).

Bank Sentral menilai, tingkat pertumbuhan kredit perbankan masih cukup konsisten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, BI masih mewaspadai pertumbuhan kredit yang masih tinggi pada sektor-sektor tertentu khususnya sektor properti.

Pada periode yang sama, rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) tercatat 18,6% dan rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross sebesar 1,96%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×