kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

April, kredit perbankan melambat


Kamis, 13 Juni 2013 / 14:07 WIB
ILUSTRASI. Warga menunjukan KTP elektronik yang baru dicetak menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), di Padang, Sumatera Barat, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa, Dyah Megasari |

JAKARTA. Kinerja industri perbankan benar-benar di uji sejak awal 2013. Bank Indonesia (BI) mengumumkan, penyaluran kredit pada April tahun ini melambat jadi 21,9% secara year on year (yoy).

“Ini sejalan dengan perlambatan ekonomi domestik,” jelas Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Kamis (13/6).

Kredit modal kerja dan kredit investasi masih tumbuh cukup tinggi sebesar 23,0% (yoy) dan 23,7% (yoy). Sementara kredit konsumsi tumbuh 18,8% (yoy).

Bank Sentral menilai, tingkat pertumbuhan kredit perbankan masih cukup konsisten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, BI masih mewaspadai pertumbuhan kredit yang masih tinggi pada sektor-sektor tertentu khususnya sektor properti.

Pada periode yang sama, rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) tercatat 18,6% dan rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross sebesar 1,96%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×