kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.965   36,00   0,21%
  • IDX 7.101   -63,09   -0,88%
  • KOMPAS100 978   -11,00   -1,11%
  • LQ45 721   -10,33   -1,41%
  • ISSI 250   -1,95   -0,77%
  • IDX30 393   -5,76   -1,45%
  • IDXHIDIV20 491   -7,10   -1,42%
  • IDX80 110   -1,28   -1,14%
  • IDXV30 134   -2,01   -1,47%
  • IDXQ30 128   -1,52   -1,17%

April, kredit perbankan melambat


Kamis, 13 Juni 2013 / 14:07 WIB
April, kredit perbankan melambat
ILUSTRASI. Warga menunjukan KTP elektronik yang baru dicetak menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), di Padang, Sumatera Barat, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa, Dyah Megasari |

JAKARTA. Kinerja industri perbankan benar-benar di uji sejak awal 2013. Bank Indonesia (BI) mengumumkan, penyaluran kredit pada April tahun ini melambat jadi 21,9% secara year on year (yoy).

“Ini sejalan dengan perlambatan ekonomi domestik,” jelas Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Kamis (13/6).

Kredit modal kerja dan kredit investasi masih tumbuh cukup tinggi sebesar 23,0% (yoy) dan 23,7% (yoy). Sementara kredit konsumsi tumbuh 18,8% (yoy).

Bank Sentral menilai, tingkat pertumbuhan kredit perbankan masih cukup konsisten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, BI masih mewaspadai pertumbuhan kredit yang masih tinggi pada sektor-sektor tertentu khususnya sektor properti.

Pada periode yang sama, rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) tercatat 18,6% dan rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross sebesar 1,96%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×