kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Apro resmi kuasai 40% saham Bank Andara


Senin, 21 November 2016 / 20:26 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Apro Financial Co Ltd menyatakan secara resmi telah menyelesaian akusisi 40% saham Bank Andara. Seiring dengan akusisi ini, perusahaan finansial asal Korea Selatan ini juga menyuntikkan modal sehingga saat ini modal inti Bank Andara menjadi Rp 600 miliar dari sebelumnya Rp 450 miliar.

Dengan tambahan modal ini capital adequate ratio (CAR) Bank Andara mengalami kenaikan menjadi lebih dari 20%. Dalam keterangan resminya, tercatat Bank Andara mengaku pada 18 November 2016 telah melakukan penandatanganan akta akusisi dengan Apro.

“Sehingga setelah dilakukan penandatanganan akta akuisisi ini, Apro resmi memiliki saham 40% di Bank Andara,” ujar Darwin Wibowo Direktur Utama Bank Andara dalam keterangan resmi, Senin (21/11).

Sebelumnya tercatat akusisi 40% Bank Andara oleh Apro, telah disetujui oleh pemegang saham perseroan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar dan aturan yang berlaku.

OJK juga telah mengeluarkan surat No. SR-97/D.03/2016 pada 10 Juni 2016 yang berisi persetujuan atas rencana akusisi Bank Andara oleh Apro.

Berdasarkan laporan bulanan September 2016 (belum diaudit) Bank Andara mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,86% yoy menjadi Rp 826 miliar. Selain itu, dari sisi provitabilitas, Bank Andara mencatatkan rugi sebesar Rp 13.5 miliar.

Sampai akhir tahun Bank Andara menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% yoy. Sedangkan pada tahun depan bank yang sekarang mayoritas dimiliki Apro ini menargetkan pertumbuhan kredit antara 25% sampai 30%. Sedangkan sampai akhir tahun bank memproyeksi masih mencatatkan kerugian.

Hal ini salah satunya disebabkan ada beberapa biaya akusisi yang harus ditanggung sebesar Rp 10 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×