kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BRI Telah Salurkan KUR Rp 65,95 Triliun hingga April 2026


Sabtu, 23 Mei 2026 / 16:53 WIB
BRI Telah Salurkan KUR Rp 65,95 Triliun hingga April 2026
ILUSTRASI. Pertumbuhan Laba Bersih Bank BRI (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sebagai bank dengan fokus utama pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat penyaluran pembiayaan produktif melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia. Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor produksi dengan porsi mencapai 66,47%, meliputi sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, perseroan akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan UMKM.

“BRI terus berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas. Melalui dukungan pada program Akad Massal KUR ini, kami berharap pelaku usaha, khususnya sektor ekonomi kreatif, dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar,” ujar Akhmad dalam siaran pers, Sabtu (23/5).

Baca Juga: BNI: Kenaikan BI Rate Keputusan Tepat, Intermediasi Bakal Tetap Terjaga

Ia menambahkan, KUR menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI untuk mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI senantiasa memperluas akses permodalan yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemerintah terus memperkuat dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya sektor ekonomi kreatif. Salah satunya melalui kegiatan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026 yang digelar di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana, Jimbaran, Bali.

Program tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga industri perbankan dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat kapasitas UMKM nasional. BRI turut ambil bagian sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

“Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berusaha memberikan akses permodalan dan keuangan kepada para UMKM kita,” ujar Muhaimin.

Menurutnya, kolaborasi antara kementerian, perbankan, pemerintah daerah hingga perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar ekosistem pemberdayaan UMKM semakin optimal. Ia menilai Bali menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun ekosistem pengembangan UMKM yang dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

Muhaimin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk dan penguatan riset agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“UMKM tidak sekadar difasilitasi, tetapi juga harus tumbuh dengan kemampuan riset. Kampus diharapkan membuka akses riset yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menelusuri langkah sukses,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sistem pelayanan terpadu berbasis digital bernama “Sapa UMKM”.

Platform tersebut dirancang menjadi layanan satu pintu yang memungkinkan pelaku UMKM mengakses pembiayaan, pemasaran, pelatihan hingga pendampingan usaha secara terintegrasi.

“Dalam sistem ini, seluruh UMKM di Indonesia nantinya bisa mendapatkan pelayanan pembiayaan, pemasaran, pelatihan hingga pendampingan usaha dalam satu platform,” kata Maman.

Ia bilang, saat ini sistem tersebut telah memasuki tahap uji coba ketiga dan sebagian besar modul layanan sudah siap digunakan.

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai akad massal KUR menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM ekonomi kreatif.

Menurut dia, saat ini sudah terdapat 13 subsektor ekonomi kreatif yang masuk dalam skema pembiayaan KUR dari total 21 subsektor ekonomi kreatif nasional.

Selain pembiayaan, pemerintah juga terus mendorong penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar pelaku usaha kreatif memiliki daya saing sekaligus akses pembiayaan yang lebih besar.

Baca Juga: KB Bank Perluas Layanan Nasabah Prioritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU

[X]
×