kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Aset IKNB syariah mencapai Rp 78 triliun


Senin, 22 Agustus 2016 / 20:30 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Industri keuangan non bank (IKNB) syariah kian bergairah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan aset IKNB syariah yang mencapai Rp 78,03 triliun atau tumbuh 20% secara year to date (ytd). Akhir tahun ini, bukan tidak mungkin aset IKNB syariah tembus di atas Rp 80 triliun.

Moch. Muchlasin, Direktur IKNB syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, pertumbuhan aset sejalan dengan penetrasi pangsa pasar syariah yang mencapai 5%. Hal ini tertopang industri asuransi jiwa dan umum syariah yang pangsa pasarnya telah mencapai 2,6%.

OJK optimistis, penetrasi asuransi syariah bakal lebih melebar sejalan dengan sejumlah insentif yang hendak diberikan OJK. Muchlasin menyebut berbagai peraturan yang sifatnya pro industri syariah tahun ini segera meluncur.

Rinciannya, untuk dana pensiun syariah rilis pada September mendatang terkait penawaran investasi secara syariah yang diizinkan untuk dapen pemberi kerja maupun dapen lembaga keuangan (DPLK).

Lantas, untuk asuransi jiwa dan umum syariah OJK membuat peta jalan untuk persiapan pemisahan atau spin off unit usaha syariah (UUS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×