Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) masih memprioritaskan penempatan dana investasi pada instrumen yang likuid, seiring dengan karakter produk perusahaan yang didominasi jangka pendek.
Corporate Secretary YOII, Rahmat Dwiyanto mengatakan, strategi investasi perusahaan saat ini difokuskan pada instrumen seperti deposito berjangka, Surat Berharga Negara (SBN), serta instrumen sejenis lainnya.
“Strategi perusahaan masih berfokus pada instrumen yang relatif lebih likuid dibandingkan emas, sejalan dengan produk kami yang umumnya memiliki jangka pertanggungan pendek,” ujar Rahmat kepada Kontan, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: YOII Genjot Premi 2026, Andalkan Produk Lifestyle dan Teknologi AI
Ia menambahkan, hingga Februari 2026, total investasi YOII tercatat sekitar Rp 160 miliar. Adapun portofolio investasi didominasi oleh deposito sebesar Rp 122 miliar, diikuti SBN Rp 33,6 miliar, serta penyertaan langsung sebesar Rp 4,9 miliar.
Rahmat menyebutkan, perusahaan saat ini belum menempatkan dana pada instrumen emas. Kendati demikian, YOII masih membuka peluang untuk mempelajari instrumen tersebut lebih lanjut.
“Saat ini perusahaan masih mempelajari potensi investasi emas melalui Komite Investasi,” jelasnya.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat porsi investasi emas di industri asuransi masih sangat kecil. Hingga Januari 2026, penempatan investasi emas di asuransi komersial baru mencapai sekitar Rp 3,4 miliar atau setara 0,0005% dari total investasi industri.
Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Ungkap Sejumlah Tantangan Dalam Meningkatkan Ekuitas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












