kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Aswata anggarkan Rp 15 miliar untuk pengembangan digitalisasi di tahun ini


Minggu, 14 Februari 2021 / 15:05 WIB
ILUSTRASI. Layanan nasabah Aswata.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2020 dengan adanya Pandemi Covid-19 ini membawa perubahan yang cukup substansial terhadap cara beraktivitas dan bertransaksi industri asuransi, salah satunya PT Asuransi Wahana Tata (Aswata).

Tahun 2020 adalah tahun penuh peluang dan capaian bagi Aswata. Pasalnya pandemi juga membawa perubahan perilaku masyarakat yang menjadi serba digital.

Presiden Direktur Aswata Christian Wirawan Wanandi mengatakan bahwa, di tahun 2021 ini Aswata akan menganggarkan sekitar Rp 10 miliar-Rp 15 miliar untuk pengembangan digitalisasi.

Baca Juga: Jasindo anggarkan Rp 1,3 miliar untuk pengembangan digitalisasi di tahun ini

"Dari segi penghematan, dampaknya tidak mungkin short term. Tapi lebih kepada long term. Kita harapkan dengan teknologi, bisa menaikkan omzet. Tetapi target premi untuk digital masih sangat kecil," ujar Christian kepada kontan.co.id, Jumat (12/2).

Christian menyebutkan, di tahun ini pihaknya menargetkan omzet untuk digitalisasi sebesar Rp 25 miliar. "Tetapi untuk digitalisasi masih sangat kecil dalam menopang pendapatan perusahaan, yaitu kurang dari 2%," katanya.

Sementara itu, dia menilai bahwa kinerja industri asuransi umum cukup tertekan oleh penyebaran virus corona. Dua lini bisnis utama asuransi umum, yakni asuransi kendaraan bermotor dan properti mengalami koreksi hingga saat ini.

Baca Juga: Kejagung sita aset terkait dugaan korupsi Asabri, ini respons pengacara Heru Hidayat

Aswata pun mengalami perlambatan kinerja selama masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020. Ia menilai bahwa pemulihan bisnis memerlukan waktu cukup lama. "Pada Januari 2021, premi kita juga masih alami penurunan hingga 5%," ujar Christian.

Kendati demikian, pada tahun ini Aswata tetap menargetkan pertumbuhan premi asuransi umum naik hingga 10% dari pencapaian pada 2020 lalu. Hal tersebut akan ditopang oleh kinerja pada lini bisnis asuransi engineering dan properti.

Selanjutnya: OJK: Putusan MK terkait fidusia mempengaruhi kesehatan industri multifinance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×