kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,12   20,34   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Aswata sudah terima 23 pengajuan klaim akibat banjir Jabodetabek


Kamis, 02 Januari 2020 / 17:07 WIB
Aswata sudah terima 23 pengajuan klaim akibat banjir Jabodetabek
ILUSTRASI. Sejumlah warga berjalan di dekat mobil yang rusak pascabanjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020). Aswata sudah terima 23 pengajuan klaim akibat banjir Jabodetabek. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/wsj.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banjir yang terjadi di Jabodetabek sejak pergantian tahun baru menyebabkan para pemegang polis asuransi properti dan kendaraan bermotor mengajukan klaim. 

Pemegang polis asuransi dengan perluasan banjir di PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) misalnya telah melakukan pengajuan klaim.

Baca Juga: Tak hanya rumah, perluasan asuransi banjir juga lindungi pabrik hingga mall

Presiden Direktur Aswata Christian Wanandi mengaku sudah ada mengajukan klaim sebanyak 23 laporan untuk produk asuransi properti hingga sore ini. 

Ia bilang jumlah tersebut terdiri dari rumah hingga pabrik. Sedangkan untuk kendaraan bermotor, Christian bilang data-data laporan masih dikumpulkan.

Terkait potensi klaim yang hendak dibayarkan Christian bilang belum bias memperkirakan. Lantaran setelah pengajuan, pihak asuransi akan melakukan survei terlebih dahulu. Kemudian dihitung estimasinya.

"Nilai klaimnya sangat tergantung. Variasinya terlalu besar karena ada yang okupasinya rumah, mall, gudang dan pabrik. Jadi bisa beda-beda," ujar Christian kepada Kontan.co.id pada Kamis (2/1).

Asal tahu saja, Hujan yang melanda kawasan Jabodetabek sejak 31 Desember 2019 mengakibatkan banjir tepat hari pertama tahun baru 2020. 

Baca Juga: Simas Insurtech: Cukup tambah biaya 0,1%, bisa dapatkan perlindungan asuransi banjir

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. 

Cuaca ekstrem yang memicu banjir dapat mengancam aset berupa properti (rumah) maupun kendaraan bermotor.




TERBARU

Close [X]
×