kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Atur ulang bujet, Kemenkop targetkan 1.800 startup


Rabu, 13 September 2017 / 14:31 WIB
Atur ulang bujet, Kemenkop targetkan 1.800 startup


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemekop UKM) berencana perbesar pagu anggaran untuk Kewirausahaan pada pagu anggaran 2018. Kemenkop UKM menetapkan pagu anggaran kementerian ini pada 2018 sebesar Rp 944,5 miliar.

"Yang digeser itu adalah alokasi untuk mendukung program peningkatan kewirausahaan yakni penambahan modal. Guna meningkatkan wirausaha pemula (WP) yang pada 2017 ditargetkan sebanyak menjadi antara 1.700 WP atau 1.800 WP itu fleksibel. Begitu juga dengan anggaran fungsi pelatihan juga ditingkatkan," ungkap Sekretaris Kementerian Agus Muharram kepada KONTAN pada Rabu (13/9).

Agus melanjutkan alasan Kemenkop UKM memperbesar anggaran kewirausahaan karena Kemenkop UKM ingin mendorong pelaku-pelaku usaha pemula maupun yang muda bisa lebih berwirausaha dengan bantuan permodalan.

Terdapat dua skema bantuan modal yang akan Kemenkop UKM berikan kepada pengusaha pada 2018. Skema pertama untuk calon pengusaha atau pengusaha pemula, Kemenkop UKM akan mengumpulkan calon pengusaha lalu dilatih.

Agus memberikan ilustrasi 50 orang wirausaha pemula. Lalu diseleksi, nanti yang lolos seleksi misalnya 30 orang. Maka mereka hendaknya mengajukan pembiayaan modal.

"Modal ini berbentuk hibah atau pemberian modal besarnya maksimum Rp 13 juta. Skema pertama ini disalurkan melalui deputi Deputi Pembiayaan. Bagi pengusaha pemula," jelas Agus.

Skema kedua bagi yang sudah memiliki usaha termasuk start up melalui pinjaman dana bergulir Lembaya Penyalur dana Bergulir (LPDB). LPDB akan menyiapkan Rp 100 miliar untuk diberikan pinjaman kepada pelaku wirausaha muda. Saat ini Kemenkop masih mengkaji besar dana LPDB untuk pengusaha atau startup.

"Total dana yang akan dipinjamkan masih dibahas. Bisa Rp 25 juta, bisa Rp 50 juta, atau Rp 100 juta. Tapi tidak akan lebih dari Rp 100 juta," papar Agus.

Agus menyatakan pagu anggaran Kemenkop 2018 nantinya juga akan digunakan untuk membangun lima Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang tersebar di Provinsi Sumut, Kabupaten Bintan, Kabupaten Sorong, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Garut. Selain itu Kemenkop UKM akan terus membangun pasar tradisional melalui dana tugas perbantuan.

Tak hanya itu, Agus menyatakan dari pagu anggaran Kemenkop UKM Rp 944,5 miliar pada 2018 terdapat anggaran dana Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) pada 2018 sebesar Rp 14,325 miliar. Anggaran Dekopin pada 2018 turun bila dibandingkan dengan 2017 sebesar Rp 17,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×