kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

80% Guaranteed Fund akan ada untuk premi tunggal


Kamis, 10 April 2014 / 15:06 WIB
80% Guaranteed Fund akan ada untuk premi tunggal
ILUSTRASI. Bendera NATO.


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Usai menyasar segmen nasabah dengan premi berkala, AXA Indonesia dan AXA Mandiri juga menyiapkan rencana penempatan dana di instrumen investasi 80% Guaranteed Fund untuk nasabah dengan premi tunggal. Unitlink premi tunggal ini lebih dikenal mengutamakan investasi ketimbang proteksi.

Emmanuel Wehry, Direktur Pemasaran AXA Indonesia bilang, pihaknya mempertimbangkan untuk menawarkan 80% Guaranteed Fund dalam produk unitlink premi tunggal. “Ya, ke depan, bisa saja sebagai salah satu pilihan investasi,” ujarnya ditemui KONTAN, Kamis (10/4).

Pasalnya, sejak diluncurkan tiga pekan lalu, 80% Guaranteed Fund langsung diburu nasabah unitlink premi berkala yang notabene lebih mengedepankan proteksi ketimbang investasi. Sekitar 20% - 30% dana kelolaan unitlink malah sudah terparkir di keranjang investasi ini.

Di AXA Mandiri sendiri, penempatan dana di 80% Guaranteed Fund dijual melalui produk bertajuk Asuransi Mandiri Sejahtera Mapan. Sementara di AXA Indonesia dipasarkan lewat produk Maxi Guaranteed Fund. AXA Mandiri memasarkan produknya lewat jalur distribusi bancassurance atawa kerja sama dengan perbankan, sedangkan AXA Indonesia menggunakan kanal keagenan.

Dana kelolaan nasabah di dua produk tersebut ditaruh di dua instrumen investasi, yakni ekuitas dan aset yang kurang berisiko. “Kemudian, menggunakan teknik penyeimbangan optimum harian. Setiap hari, dana akan direalokasikan antara equity dan aset yang kurang berisiko, bergantung kinerja masing-masing,” imbuh Wehry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×