Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) akan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan nilai dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) pada tahun ini.
Plt Presiden Direktur Bahana TCW, Danica Adhitama mengatakan strategi utamanya akan berfokus pada diversifikasi dan inovasi produk yang secara presisi menjawab kebutuhan investor saat ini. Dia bilang salah satu inisiatifnya adalah menerbitkan instrumen alternatif yang inovatif.
"Salah satu inisiatif strategis yang kami dorong adalah penerbitan instrumen-instrumen investasi alternatif yang inovatif, seperti produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas," katanya kepada Kontan, Senin (15/6/2026).
Selain itu, Danica menyampaikan Bahana TCW juga menerapkan pendekatan analitis komprehensif yang menggabungkan metode Top-Down dan Bottom-Up. Melalui analisis TopDown, perusahaan secara cermat memetakan kondisi makroekonomi global, arah kebijakan bank sentral utama, hingga indikator ekonomi domestik.
Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Baru MI, Bahana TCW Pastikan MKBD Tetap Sehat
Dia bilang langkah itu kemudian dipadukan dengan analisis Bottom-Up yang mendalam guna membedah fundamental setiap perusahaan atau efek. Dengan demikian, Bahana TCW hanya memilih kelas aset terbaik yang memiliki tingkat risiko paling terukur.
“Strategi itu dinilai sangat relevan karena kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta dinamika geopolitik global. Selain berfokus pada kualitas aset, kami juga mengedepankan disiplin manajemen risiko, diversifikasi portofolio, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pengambilan keputusan investasi” ujar Danica.
Dengan pendekatan tersebut, Danica optimistis Bahana TCW bisa mencapai target pertumbuhan dana kelolaan sebesar 5% hingga akhir 2026. Dia menyebut target itu didasarkan pada proyeksi pemulihan ekonomi domestik yang dipercaya tetap kuat, didorong inflasi yang terjaga di dalam negeri, yang diharapkan dapat mengompensasi tekanan eksternal.
"Optimisme tersebut juga diperkuat oleh pengakuan industri terhadap kredibilitas dan tata kelola perusahaan yang dinilai unggul," tuturnya.
Danica menerangkan secara garis besar, Bahana TCW akan terus berupaya menjaga resiliensi dan pertumbuhan dana kelolaan di tengah dinamika pasar. Dia juga mengatakan pihaknya bertujuan untuk terus memberikan nilai tambah bagi investor sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio.
Hingga Mei 2026, Danica menyampaikan nilai dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Bahana TCW mencapai Rp 85,65 triliun.
Baca Juga: Bahana TCW Buka Suara Soal Peluang Mendirikan DPLK
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













