Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) terus memperkuat langkahnya sebagai bank syariah digital dengan memperluas kolaborasi bersama berbagai mitra strategis. Melalui sinergi lintas ekosistem, perseroan berupaya menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin mudah diakses, relevan, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat modern.
Bank Aladin Syariah terus memperluas kolaborasi untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah digital, termasuk mendukung transformasi industri dana pensiun di Indonesia. Dalam Seminar Nasional & Forum yang digelar Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) 2026, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi menyampaikan bahwa digitalisasi dan ekonomi syariah membuka peluang baru bagi sektor jasa keuangan, termasuk sektor dana pensiun.
Koko bilang, transformasi digital telah mengubah pola masyarakat dalam mengakses layanan keuangan sekaligus membuka peluang bagi industri untuk membangun ekosistem yang lebih terintegrasi.
“Kolaborasi antara perbankan syariah, industri dana pensiun, regulator, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata Koko dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Bank Aladin Syariah Cetak Laba Rp 38,38 Miliar pada Semester I 2026
Ia menilai, masa depan industri perbankan syariah akan semakin bergantung pada kemampuan pelaku industri dalam membangun ekosistem digital yang kuat. Perluasan distribusi melalui kanal digital, penguatan kerja sama lintas sektor, serta penerapan konsep open banking menjadi langkah strategis untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Sejalan dengan target peningkatan pangsa pasar perbankan syariah nasional, Bank Aladin Syariah menilai inovasi digital harus berjalan bersama kolaborasi strategis untuk memperluas akses dan meningkatkan relevansi layanan keuangan syariah bagi masyarakat.
Koko menyampaikan bahwa transformasi digital turut mendorong perubahan dalam industri dana pensiun. Menurutnya, pengelolaan dana pensiun ke depan membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif melalui diversifikasi investasi, penerapan prinsip keberlanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.
Ia menilai kolaborasi antara industri dana pensiun, perbankan syariah, regulator, dan ekosistem digital menjadi kunci dalam membangun sistem keuangan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Bisnis, Bank Aladin Syariah Genjot Ekspansi Digital dan CASA
Bank Aladin Syariah pun terus memperkuat model bisnis berbasis offline-to-online (O2O) melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan layanan keuangan syariah digital yang semakin mudah diakses, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Per Juni 20206, Bank Aladin Syariah mencatat total aset sebesar Rp15,1 triliun, laba bersih Rp38,3 miliar, serta melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Pencapaian tersebut didukung oleh 25.000 gerai Alfa Groupmelalui jaringan mitra strategis untuk layanan transaksi perbankan.
Capaian ini menjadi fondasi bagi perseroan untuk terus memperluas akses layanan keuangan syariah digital sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
