kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank Aladin Syariah Telah Menghimpun Dana Nasabah Rp 1,3 Triliun


Sabtu, 29 Juli 2023 / 18:44 WIB
Bank Aladin Syariah Telah Menghimpun Dana Nasabah Rp 1,3 Triliun
ILUSTRASI. Bank Aladin.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk telah berhasil mengakuisisi nasabah lebih dari 2,8 juta hingga Juni 2023. Pertumbuhan jumlah nasabah tersebut mendorong pertumbuhan pesat dana pihak ketiga (DPK) bank digital ini. 

Total DPK bank yang baru seumur jagung ini sudah mencapai Rp 1,3 triliun pada semester pertama tahun ini. Capaian tersebut melesat 64,6% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2022.

“Bank Aladin Syariah ingin tumbuh dengan sustainable, sehingga optimalisasi digital harus berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dan dalam membangun kolaborasi yang efektif dengan mitra-mitra strategis kami,” ujar Dyota Marsudi Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Jumat (28/7).

Sementara outstanding pembiayaan Bank Aladin sudah tembus Rp 2,1 Triliun, tumbuh 50,4% dari Desember 2022. Ini berasal dari produk pembiayaan invoice financing, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi untuk nasabah UMKM & korporasi, serta pembiayaan multiguna untuk nasabah ritel. 

Baca Juga: Bank BCA Digital Telah Menghimpun DPK Rp 8,38 Triliun

Dyota bilang, pertumbuhan pembiayaan itu ditopang oleh kolaborasi ekosistem Bank dengan Alfamart. Kolaborasi itu juga yang membuat kualitas pembiayaan tetap terjaga baik dengan rasio non performing finance (NPF) di level 0,00%.

“Kami terus melakukan berbagai langkah yang inovatif melalui terobosan-terobosan dalam menyediakan produk dan layanan digital yang relevan dan beretika dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah," kata Dyota. Per Juni, total aset bank ini mencapai Rp 5,2 Triliun 

Tahun ini, Bank Aladin telah meluncurkan QRIS dan Corporate Internet Banking untuk memperluas layanan perbankan ke segmen ritel dan segmen korporasi. Tidak hanya itu, pada kuartal ini Bank terus memperkuat kemitraannya dengan ekosistem Alfamart dengan melanjutkan peluncuran fitur Tarik Setor Tunai (Tarsetun) di gerai Alfamidi yang mempunyai lebih dari 2000 gerai di seluruh Indonesia. 

Baca Juga: BTN Siapkan Spin off Unit Usaha Syariah, Ditargetkan Terealisasi Akhir 2023

Kerjasama ini mencerminkan eksekusi lanjutan dari kerjasama dengan Alfamart grup dan dipercaya akan mempermudah serta mendekatkan masyarakat khususnya segmen underbanked dengan transaksi perbankan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dengan dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Bank Aladin Syariah, kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk yang memudahkan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi sehari-hari. Kinerja yang solid ini memperkuat posisi Bank sebagai Bank Digital Syariah pertama di Indonesia," pungkas Dyota. 

Meski jumlah nasabah telah mendorong pertumbuhan DPK dan kredit, Bank Aladin masih merugi pada semester pertama tahun ini Rp 96,25 miliar.

Kerugian tersebut sejalan dengan lonjakan beban operasional Bank Aladin secara konsolidasian sekitar 94,54% jadi Rp 204,84 miliar. Beban tenaga kerja naik 55,36% secara tahunan dari Rp 60,56 miliar menjadi Rp 94,09 miliar. Selain itu, beban promosi juga melesat 397,70% secara tahunan menjadi Rp 30,41 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×