kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bank Berebut Dana Nasabah Kaya, Layanan Wealth Management Digenjot


Rabu, 01 Juli 2026 / 16:34 WIB
Bank Berebut Dana Nasabah Kaya, Layanan Wealth Management Digenjot
ILUSTRASI. Bisnis Wealth Management Banking OCBC NISP (KONTAN/BAihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan memperebutkan dana nasabah kaya alias high net worth individual (HNWI) semakin ketat. Sejumlah bank memperkuat layanan wealth management dan private banking untuk mengerek aset kelolaan alias assets under management (AUM) maupun dana pihak ketiga (DPK) dari segmen affluent.

Jika dilihat dari data LPS, total nominal simpanan bank umum per Mei 2026 tercatat sebesar Rp 10.330 triliun, naik 2,20% secara bulanan. Adapun porsi nominal dengan simpanan terbesar adalah tier simpanan lebih dari Rp 5 miliar yang mencakup 58,34% dari total simpanan.

Pergerakan bulanan menunjukkan nomina dengan tier simpanan lebih dari Rp 5 miliar mengalami kenaikan tertinggi sebesar 4,01%.

Baca Juga: Dapen Hadapi Kondisi Menantang Tahun Ini untuk Menyamai Capaian Hasil Investasi 2025

Sejumlah bank seperti, PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) misalnya, mencatat aset kelolaan (AUM) bisnis wealth management tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 29% sepanjang periode 2022-2025. Perseroan membidik pertumbuhan AUM melalui penguatan layanan wealth advisory dan akuisisi nasabah affluent.

Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan, kebutuhan nasabah affluent kini tidak lagi sekadar mengejar imbal hasil investasi, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang lebih komprehensif dalam mengelola kekayaan.

"Kami melihat kebutuhan wealth management semakin berkembang. Nasabah ingin mengetahui posisi portofolionya, memahami pilihan investasi yang tersedia, hingga memperoleh panduan agar tujuan keuangannya dapat tercapai," ujar Diamond di Jakarta, Selasa (30/6).

Untuk itu, OCBC menghadirkan layanan Wealth Discovery dan Wealth Report yang memungkinkan nasabah memantau perkembangan portofolio investasi, komposisi aset, eksposur mata uang, hingga nilai kekayaan bersih secara lebih komprehensif.

Menurut Diamond, laporan tersebut menjadi pembeda layanan wealth management OCBC karena tidak hanya menampilkan posisi aset pada satu waktu, tetapi juga perkembangan historis portofolio sehingga memudahkan nasabah mengevaluasi investasinya.

"Kami ingin nasabah bisa melihat apakah perjalanan investasinya masih sesuai dengan tujuan awal atau perlu dilakukan penyesuaian portofolio," katanya.

OCBC juga melihat tren kebutuhan nasabah semakin bergeser. Jika sebelumnya fokus pada akumulasi aset, kini semakin banyak nasabah yang mulai memikirkan perlindungan aset (wealth preservation) hingga perencanaan warisan (wealth transfer).

Baca Juga: Lima Tahun Beroperasi, Dana Kelolaan INA Tembus Rp 146,2 Triliun

"Kami melihat tahapan wealth management semakin cepat. Pembahasan tidak lagi hanya soal akumulasi aset, tetapi juga sudah masuk ke wealth preservation hingga wealth transfer," ujar Diamond.

Di tengah volatilitas pasar, OCBC menilai kebutuhan terhadap layanan wealth advisory justru semakin meningkat.

"Volatilitas pasar akan selalu ada. Yang terpenting adalah bagaimana portofolio investasi terus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing nasabah," imbuhnya.

Senada, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga terus memperkuat layanan bagi nasabah affluent melalui BTN Prioritas dan BTN Private.

Head of Retail Funding Division BTN Frengky Rosadrian mengatakan, strategi perseroan tidak hanya berfokus menghimpun dana, tetapi membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.

"Kami tidak ingin sekadar menghimpun dana, tetapi membangun hubungan jangka panjang. Fokus kami memperkuat layanan BTN Prioritas dan BTN Private dengan pendekatan yang lebih personal, mulai dari pendampingan relationship manager, produk wealth management yang lebih lengkap, hingga pengalaman layanan premium," ujar Frengky.

BTN juga mengandalkan kekuatan ekosistem bisnis properti sebagai diferensiasi untuk menarik nasabah affluent.

Menurut Frengky, dana kelolaan dari segmen nasabah kaya kini menyumbang lebih dari 40% terhadap total dana nasabah BTN.

Baca Juga: Bisnis Bullion Dinilai Masih Menarik, Tapi Sulit Ditembus Gadai Swasta

"Porsi ini cukup signifikan dan menunjukkan bahwa segmen ini menjadi salah satu pilar penting dalam struktur pendanaan BTN, sekaligus ruang yang masih sangat terbuka untuk kami tumbuhkan lebih jauh," katanya.

Hingga akhir tahun, BTN membidik pertumbuhan dana dari segmen affluent di atas 20%.

"Kami fokus pada pertumbuhan berkualitas yang berkelanjutan dengan tetap menjaga komitmen menjadikan BTN sebagai rumah yang nyaman bagi nasabah dalam mengelola dan menumbuhkan kekayaannya," ujar Frengky.

Jika dilihat, per Mei 2026 total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp 433,95 triliun atau meningkat 9,09% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 397,78 triliun.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mencatat pertumbuhan positif pada segmen nasabah kaya.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, hingga Maret 2026 jumlah rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat 14% secara tahunan. Adapun nilai simpanan pada segmen tersebut tumbuh 17% yoy.

Secara keseluruhan, DPK BCA naik 8,3% yoy menjadi Rp 1.292,4 triliun per Maret 2026. Dana murah atau current account saving account (CASA) masih mendominasi dengan kontribusi 85,2% terhadap total DPK atau mencapai Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2% yoy.

"Dari segi komposisi, pertumbuhan simpanan nasabah di BCA terjadi pada berbagai instrumen, terutama giro dan tabungan. Hal ini sejalan dengan dinamika suku bunga dan menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio nasabah," ujar Hera.

Baca Juga: ShopeePay Perkuat Keamanan dan Literasi Digital, Dukung Akselerasi Ekonomi Digital

Ke depan, BCA akan terus memperkuat layanan wealth management melalui solusi investasi yang lebih komprehensif, pendekatan relationship banking, serta konsep hybrid banking yang mengintegrasikan layanan digital dan kantor cabang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×