kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Dapen Hadapi Kondisi Menantang Tahun Ini untuk Menyamai Capaian Hasil Investasi 2025


Rabu, 01 Juli 2026 / 16:14 WIB
Dapen Hadapi Kondisi Menantang Tahun Ini untuk Menyamai Capaian Hasil Investasi 2025
ILUSTRASI. Data statistik OJK mencatat, nilai Return on Investment (RoI) industri dana pensiun konvensional mencapai 8,18% per akhir 2025. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai Return on Investment (RoI) industri dana pensiun konvensional mencapai 8,18% per akhir 2025.

Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai sepertinya masih terbuka peluang industri mencapai angka tersebut, tetapi kondisinya akan lebih menantang tahun ini.

Humas ADPI Syarifudin Yunus menerangkan tantangannya berasal dari volatilitas pasar dari pasaran keuangan global, ketidakpastian arah suku bunga, pelemahan rupiah, serta fluktuasi pasar saham yang membuat kinerja investasi tidak semulus 2025. 

Baca Juga: RoI Dana Pensiun Lembaga Keuangan Naik Jadi 0,75% per April 2026, Ini Kata Asosiasi

"Ditambah, kenaikan BI Rate juga cenderung menekan harga obligasi dalam jangka pendek, sedangkan pasar saham juga lebih sensitif terhadap sentimen global," ucapnya kepada Kontan, Selasa (30/6/2026).

Namun, Syarifudin mengatakan industri dana pensiun memiliki beberapa faktor pendukung untuk memperoleh hasil return on investment yang baik pada tahun ini. 

Dia biang salah satunya karena yield obligasi yang relatif menarik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif, serta peluang rebalancing portofolio dapat membantu meningkatkan hasil investasi pada tahun ini. 

"Dengan demikian, return on investment tetap berpeluang membaik," katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono yang menilai industri dana pensiun akan menghadapi sejumlah tantangan ke depannya dalam mengelola investasi. 

Baca Juga: Lima Tahun Beroperasi, Dana Kelolaan INA Tembus Rp 146,2 Triliun

Dia bilang tantangan pengelolaan investasi, antara lain berasal dari volatilitas pasar keuangan, dinamika suku bunga, serta tekanan geopolitik global.

"Ditambah, adanya kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara hasil investasi dan profil risiko," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (23/6/2026).

Sebagai informasi, data OJK mencatat, angka return on investment dana pensiun konvensional meningkat secara bulanan dari 0,02% per Maret 2026, menjadi 0,55% per April 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×