kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45934,99   7,35   0.79%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank Daerah Optimistis Kinerja Bakal Tumbuh Tahun Ini


Selasa, 13 Februari 2024 / 20:00 WIB
Bank Daerah Optimistis Kinerja Bakal Tumbuh Tahun Ini
ILUSTRASI. Sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) optimistis tahun ini akan melanjutkan kinerja yang baik pada tahun lalu.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) optimistis tahun ini akan melanjutkan kinerja yang baik pada tahun lalu.

Di antara BPD yang sudah merilis laporan keuangan untuk tahun buku 2023 di antaranya adalah PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), PT BPD Sumatera Utara (Bank Sumut), PT BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumbsel Babel).

Bank Sumsel Babel misalnya, meraup laba bersih untuk tahun buku 2023 sebesar Rp 781 miliar atau tumbuh 11% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 538,11 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo mengatakan, pencapaian laba bersih tersebut didorong pertumbuhan kredit yang tumbuh 13,35% yoy dengan nilai kredit yang disalurkan sebesar Rp 23,69 triliun. 

Di sisi lain Anton menyebut dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) stagnan, namun segmen dana murah (CASA) masih bertumbuh. 

“DPK hampir tidak tumbuh secara tahunan,sedangkan untuk dana masyarakat (dana murah) tumbuh sebesar 10,89%,” kata Anton kepada Kontan, Selasa (13/2).

Baca Juga: Perbankan Catat Penurun Loan at Risk Jelang Restrukturisasi Kredit Covid 19 Berakhir

Tahun ini, Anton optimistis tahun kinerja bisnis bakal makin bertumbuh. Bank Sumsel Babel memproyeksikan pertumbuhan kredit di kisaran 9%-11% yoy, dengan porsi peningkatan kredit produktif di kisaran 17% dan kredit konsumtif 7%-10%.

Dari sisi himpunan dana, Bank Sumsel Babel memperkirakan DPK dapat tumbuh dikisaran 5%-9% yoy, dengan tetap menitikberatkan pada penghimpunan dana murah (CASA).

Adapun fokus bisnis Bank tahun ini disebut Anton akan menyasar segmen retail. “Kami akan optimalkan penyaluran kredit kepada UMKM dan memaksimalkan potensi ASN sebagai captive market Bank Sumsel Babel berikut ekosistem Pemda, untuk penyaluran dana maupun penghimpunan DPK,” kata dia.

BPD lainnya yang mencatatkan kinerja positif adalah Bank Sumut. Bank yang berpusat di Medan ini mampu membukukan kenaikan laba sekitar 5,71% Yoy menjadi Rp 740 miliar pada 2023, naik dari tahun sebelumnya Rp 700 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut lebih banyak dikarenakan efisiensi beban biaya yang mampu ditekan pada periode tersebut. Mengingat, beban operasional Bank Sumut selama periode tersebut mampu turun 0,72% YoY menjadi Rp 1,52 triliun.

Sementara itu Bank Jatim pada tahun 2023 membukukan laba bersih sebesar Rp1,47 triliun, turun tipis 4,66% yoy dari Rp 1,54 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan laba yang dialami Bank Jatim lebih banyak disebabkan kenaikan beban operasional yang per 2023 tercatat Rp 3,83 triliun. Sebagai perbandingan, beban operasional Bank Jatim di 2022 hanya sekitar Rp 3,51 triliun.

Di sisi lain meski belum merilis laporan keuangan untuk tahun yang berakhir Desember 2023, sejumlah BPD seperti PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), BPD D (Bank DKI) juga menunjukkan optimismenya dalam menjalankan bisnis di tahun 2024.

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan meski dengan berbagai tantangan di tahun 2024, BPD akan tetap dapat melanjutkan kinerja yang positif. Namun, beberapa segmen akan cenderung wait and see seperti kredit investasi dan pemenuhan modal kerja korporasi.

“Sehingga kami melihat kredit investasi ini akan slow down di tahun 2024, namun kredit konsumsi yang merupakan kredit paling dominan di BPD termasuk BJB akan tetap tumbuh,” kata Yuddy kepada Kontan.

Selain didorong oleh kredit konsumsi, Yuddy menyebut pertumbuhan kredit juga bakal terdorong oleh belanja pemerintah..

“Jadi saya kira kredit di BPD masih akan tumbuh dengan baik, walaupun tetap selektif pada beberapa sektor agar tidak berdampak pada pemburukan rasio NPL,” kata dia.

Baca Juga: Begini Strategi BPD Sumsel Babel Menjaga NPL di Bawah 5%

Yuddy sendiri menilai, segmen kredit konsumer berbasis payroll dapat tumbuh 6-7% mengingat segmen ini masih cukup baik. 

Bank DKI juga optimis dengan kinerja tahun 2024, Sektretaris Bank DKI Arie Rinaldi optimistis bisnis akan terus tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing, hal ini seiring dengan dengan pengimplementasian strategi transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Selama periode Januari hingga November 2023, Bank DKI telah membukukan laba bersih sebesar Rp 876,4 miliar. Capaian tersebut meningkat 3,1% secara tahunan. 

Outstanding kredit juga tercatat tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp 49,8 triliun. Sejalan dengan itu pendapatan bunga bank ini tumbuh 16,6% yoy menjadi Rp 4,9 triliun dalam sebelas bulan pertama tahun lalu. Adapun pendapatan bunga bersihnya mencapai Rp 2,64 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet Managing Customer Expectations and Dealing with Complaints

[X]
×