kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Bank Ganesha (BGTG) Putuskan Laba 2022 Untuk Menutup Kerugian Tahun Sebelumnya


Jumat, 26 Mei 2023 / 15:15 WIB
ILUSTRASI. Nasabah berjalan usai melakukan transaksi di bank Ganesha di Jakarta, Kamis (4/1). RUPST Bank Ganesha setujui penggunaan laba bersih 2022 untuk menutup kerugian Perseroan tahun-tahun sebelumnya.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Kondisi ini menghasilkan pertumbuhan pendapatan bunga netto yang tumbuh dari 3,02% menjadi 3,65% di 2022 dan meningkat menjadi 5,54% di Maret 2023. Hal ini ditopang pula dengan menurunnya NPL gross dari 5,13% di 2021 menjadi 2,01% di 2022 dan 1,91% di Maret 2023.

Febrina Kenya Savitri, Head of Corporate Secretary Bank Ganesha menyampaikan, sejalan dengan perkembangan bisnis, Bank Ganesha terus meningkatkan keunggulan kompetitif melalui pengembangan produk dan layanan, di antaranya membangun kemitraan strategis untuk pelayanan bermacam-macam produk kredit, antara lain kredit untuk usaha, investasi, kredit mobil, kredit kepemilikan rumah atau apartemen, kredit multiguna, serta produk bancassurance.

"Kerjasama kemitraan strategis telah membuka peluang bagi perseroan untuk memperluas jangkauan layanan dan mendukung pertumbuhan usaha, utamanya untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sesuai dengan komitmen Perseroan dalam menjalankan pertumbuhan keuangan berkelanjutan," ungkap Febrina, Jumat (26/5).

Baca Juga: OJK Kembali Tegaskan Bank yang Tidak Penuhi Ketentuan Modal Inti Bisa Dipaksa Merger

Di sisi permodalan, Bank Ganesha juga telah melaksanakan PMHMETD I dan PMHMETD II sebagai aksi korporasi Perseroan di tahun 2022 yang menghantarkan Perseroan pada pemenuhan modal inti minimum Rp 3 triliun, sesuai dengan ketentuan regulator.

Penambahan modal tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan usaha Perseroan melalui pemberian kredit, termasuk pengembangan layanan digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×