kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bank Indonesia (BI): Transaksi uang elektronik pada Mei 2019 tumbuh 262,6%


Kamis, 18 Juli 2019 / 16:03 WIB
Bank Indonesia (BI): Transaksi uang elektronik pada Mei 2019 tumbuh 262,6%


Reporter: Herlina KD, Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi uang elektronik tumbuh signifikan dengan kenaikan hingga 262,6% secara tahunan pada Mei 2019. Sedangkan transaksi daring (online) via digital banking tumbuh 34,5% (year on year).

Sementara itu, transaksi masyarakat dengan menggunakan ATM-debit, kartu kredit dan uang elektronik pada Mei 2019 tumbuh sebesar 22,6% secara tahunan yang didominasi oleh instrumen ATM debit dengan pangsa 94,4% yang tumbuh 21,6%. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kinerja positif uang elektronik dan digital banking sejalan dengan menguatnya preferensi masyarakat dalam bertransaksi menggunakan platform teknologi finansial (tekfin) e-commerce dan uang elektronik pada sektor transportasi.

"Ke depan, BI terus meningkatkan peran sistem pembayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," jelasnya dalam konferensi pers Kamis (17/7).

Menurut Perry, BI akan terus berkontribusi positif pada percepatan transformasi ekonomi keuangan digital Indonesia, mendorong perluasan program elektronifikasi, khususnya untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos), integrasi moda transportasi, dan transaksi pemda sebagai upaya peningkatan efisiensi dan peningkatan kapasitas perekonomian serta mendorong transformasi UMKM ke arah aplikasi platform pembayaran, keuangan dan perdagangan digital. 

Perry menambahkan, BI juga tengah mempersiapkan Mutual Evaluation FATF (Financial Acton Task Force) tahun 2020 sebagai bagian dari Rencana Aksi Strategi Nasional 2019 dalam memitigasi risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di area sistem pembayaran.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×