kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bank Mandiri bidik transaksi e-commerce naik 150% sampai akhir 2018


Minggu, 30 September 2018 / 15:09 WIB
Bank Mandiri bidik transaksi e-commerce naik 150% sampai akhir 2018
ILUSTRASI.


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memproyeksi transaksi e-commerce sampai akhir 2018 bisa naik 150% secara tahunan atau year on year (yoy).

Kenaikan ini seiring dengan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan layanan online ini. “Kami proyeksi transaksi e-commerce di Bank Mandiri akan naik 150% yoy,” kata SVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi, Jumat (28/9).

Thomas memproyeksi transaksi e-commerce yang melalui Bank Mandiri ini akan semakin tinggi seiring dengan adanya hari belanja online nasional. Transaksi e-commerce ini menurut Bank Mandiri dilakukan melalui tiga channel yaitu kartu debit, kredit dan uang elektronik server based (e-cash).

Selain peningkatan transaksi, Bank Mandiri juga mencatat fee based income dari transaksi e-commerce juga cukup tinggi yaitu naik 113% yoy.

Seiring dengan naiknya transaksi e-commerce ini, Bank Indonesia (BI) rencananya akan mengeluarkan regulasi mengenai hal ini. Dengan keluarkan standarisasi transaksi di e-commerce ini diharapkan bisa mendorong transaksi lebih tinggi.

Bank Mandiri menurut Thomas sudah menggunakan debit online sebagai transaksi e-commerce. Namun dengan adanya standarisasi GPN e-commerce ini diharapkan bisa lebih banyak bank yang bisa berpartisipasi untuk mensukseskan sistem pembayaran online.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×