Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mengantongi laba bersih konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025. Capaian ini naik 0,93% secara tahunan atau year on year (yoy).
Hal ini salah satunya ditopang oleh kinerja pendapatan bunga bersih BMRI yang naik 4,38% yoy menjadi Rp 106 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 102 triliun. Adapun total pendapatan BMRI mencapai Rp 155 triliun, meningkat 5,88% yoy. Sementara pendapatan non bunga BMRI tumbuh melesat 14,5% yoy menjadi Rp 48,5 triliun pada 2025.
Selanjutnya, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6% menjadi Rp2.829,9 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan, realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis sejalan upaya Bank Mandiri berkontribusi untuk perekonomian nasional, ekonomi kerakyatan serta penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Bank Mandiri Masih Jadi Jawara Kuasai Pasar Kredit Sindikasi di Akhir 2025
"Terbukti, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh kuat hingga 4,88% YoY sepanjang 2025, di saat pertumbuhan Kredit UMKM industri melambat. Hal ini menegaskan peran Bank Mandiri dalam mendukung 1,3 juta pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Riduan saat paparan kinerja perseroan, Kamis (5/2/2026).
Lebih lanjut Riduan mengatakan, pertumbuhan yang merata tersebut juga mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan.
Bank berkode emiten BMRI ini menambahkan, pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9% YoY. Struktur pendanaan juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6% YoY menjadi Rp1.431,4 triliun sehingga likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Kopra by Mandiri
“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” imbuh Riduan.
Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025 seiring penerapan manajemen risiko yang disiplin dan selektif pada seluruh segmen pembiayaan. Kondisi ini tercermin pada rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 0,96% di akhir 2025, yang berada di bawah rata-rata industri dan konsisten menunjukkan tren perbaikan secara gradual.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih senilai Rp106 triliun dengan tren positif seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid.
Baca Juga: Bank Mandiri Sesuaikan Biaya Admin Debit dan Tabungan NOW, Berlaku 3 Maret 2026
Penguatan profitabilitas juga berasal dari diversifikasi sumber pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5% YoY menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang.
“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” ujar Riduan.
Baca Juga: Penyaluran Kredit Investasi Bank Mandiri (BMRI) Melesat di Penghujung 2025
Selanjutnya: Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/2)
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













