Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semula menjadi salah satu peluang ekspansi kredit perbankan kini mulai menghadirkan risiko baru.
Penertiban dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi menekan kualitas kredit bank yang membiayai pembangunan maupun operasional dapur MBG.
Risiko tersebut mencuat setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan secara permanen 883 dapur MBG karena pelanggaran. Penghentian operasional ini berbeda dengan penutupan sebelumnya yang masih memungkinkan pembayaran tetap berjalan.
Baca Juga: Di Tengah Bunga Tinggi, Sejumlah Bank Besar Berhasil Tekan Kredit Macet Semester I
"Dapur yang disuspen secara permanen ini bukan seperti dulu yang ditutup tapi tetap dibayar. Kalau ini sudah saya suspen, tutup, dan tidak dibayar," kata Kepala BGN Sudaryono, Senin (27/9/2026).
Sumber KONTAN menyebutkan, kredit untuk pengelola dapur MBG saat ini tersebar di sejumlah bank. Dalam pembiayaan tersebut, izin SPPG digunakan sebagai salah satu jaminan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena penghentian operasional dapur berpotensi mengganggu kemampuan debitur membayar kewajiban kepada bank. Bahkan, kredit bermasalah diperkirakan mulai meningkat pada September seiring penghentian sejumlah dapur MBG.
Per Mei 2026, BGN mencatat terdapat 4.581 SPPG yang dihentikan sementara. Angka tersebut menunjukkan besarnya jumlah dapur yang terdampak penertiban dan sekaligus menjadi potensi risiko bagi perbankan yang memiliki eksposur pembiayaan ke sektor tersebut.
Sejumlah bank memang telah menyalurkan pembiayaan dalam jumlah besar untuk mendukung program MBG.
Baca Juga: Kredit Macet di Bawah Rp 1 Juta Dihapus dari SLIK, Begini Dampaknya Menurut BTN
Pada Januari lalu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Putrama Wahju Setyawan mengungkapkan BNI telah menyalurkan kredit Rp 1,5 triliun kepada 577 debitur untuk mendukung program MBG.
Di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), pembiayaan untuk pembangunan dapur SPPG mencapai Rp 53,5 miliar kepada 24 dapur per Mei 2026.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah menyalurkan pembiayaan Rp 198 miliar kepada SPPG untuk mendukung operasional 211 dapur MBG per Maret 2026.
Eksposur tersebut membuat kualitas pembiayaan menjadi perhatian, terutama jika penghentian operasional dapur berlangsung dalam jumlah besar dan berdampak langsung terhadap arus kas debitur.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
