kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bank Mandiri: Dana tax amnesty masih betah diparkir


Minggu, 15 Maret 2020 / 16:36 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller melayanai nasabah di kantor cabang beraroma digital yang baru saja diperkenalkan di Mal Senayan City, Jakarta, Rabu (11/3). Mendekati penghujung Maret 2020, holding period dana repatriasi periode III dari tax amnesty akan segera berakhir./p


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mendekati penghujung Maret 2020, menandakan holding period dana repatriasi periode III dari tax amnesty atau pengampunan pajak akan segera berakhir. 

Dengan kata lain, seluruh dana yang direpatriasi oleh wajib pajak (WP) nantinya akan bisa bergerak bebas dan tidak lagi wajib ditempatkan di Indonesia.

Baca Juga: Dukung reformasi industri keuangan non bank, AAJI syaratkan 4 hal ini ke OJK

Meski begitu, salah satu bank penampung dana repatriasi yakni PT Bank Mandiri Tbk mengatakan saat ini dana yang diparkir di perseroan masih tidak banyak bergerak. 

Direktur Treasury, International Banking dan Special Asset Management Bank MAndiri Darmawan Junaidi mengatakan pihaknya tetap memantau pergerakan dana hingga saat ini. 

"Sejauh ini dana tax amnesty di Bank Mandiri masih stay (bertahan), relatif jumlahnya tidak banyak berubah," katanya kepada Kontan.co.id, Sabtu (14/3).

Lebih lanjut, bank bersandi saham BMRI menyebut kendati dana yang diparkir tidak banyak bergerak, instrumen penempatan dananya memang berpindah dari satu produk investasi ke produk lainnya. 

Baca Juga: Hasil investasi industri asuransi jiwa capai Rp 34,19 triliun hingga 2019

Walau tidak merinci secara detail, Darmawan mengatakan mayoritas dana masih ada di produk reksadana dan obligasi ritel Indonesia (ORI).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×