kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.795   100,38   1,76%
  • KOMPAS100 753   18,16   2,47%
  • LQ45 571   14,12   2,54%
  • ISSI 200   1,91   0,96%
  • IDX30 323   7,52   2,38%
  • IDXHIDIV20 397   8,10   2,08%
  • IDX80 85   1,96   2,35%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 104   1,95   1,91%

Bank Mandiri: Risiko bunga, NIM tidak akan tertekan banyak


Minggu, 01 Juli 2018 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan Nasabah di Kantor Cabang Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bankir berusaha menjaga tingkat margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) pada tahun ini. Hal ini seiring dengan risiko suku bunga karena kenaikan bunga acuan BI 7DRR rate.

Direktur Corporate Bank Mandiri Royke Tumilaar optimistis, meski bunga acuan naik, tekanan terhadap NIM pada tahun ini tak terlalu banyak.

"Karena pinjaman sebagian besar floating rate," kata Royke kepada Kontan.co.id, Jumat (29/6). Apalagi saat ini, kondisi likuiditas Bank Mandiri di pasar juga terjaga dengan baik.

Maryono, Direktur Utama BTN, memproyeksi, laba bersih bank tidak berubah dari rencana bisnis awal. "Kami konsentrasi pada end business kami yaitu laba bersih," kata Maryono, Jumat (29/6).

Secara industri, NIM perbankan sampai April 2018 tidak berubah dibandingkan Maret 2018. NIM April 2018 sebesar 5,07% atau turun 28 bps secara tahunan atau year on year (yoy).

Penurunan NIM industri perbankan ini karena penurunan NIM hampir seluruh kelompok bank mulai BUKU IV sampai BUKU I. BUKU III mencatat penurunan sebesar 39 bps mejadi 4,12%, sedangkan NIM BUKU IV turun 22 bps menjadi 5,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×