Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk semakin agresif memperkuat pembiayaan ritel dan usaha kecil menengah (SME) sebagai mesin pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.
Strategi tersebut mulai membuahkan hasil dengan lonjakan pembiayaan produk Solusi Emas Hijrah serta pertumbuhan pembiayaan SME hingga dua digit.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, perseroan akan tetap fokus mengembangkan segmen ritel, baik pembiayaan konsumer maupun SME, yang dinilai lebih resilien dibandingkan segmen lainnya, tanpa mengabaikan pengembangan pembiayaan korporasi yang sehat.
Baca Juga: BCA Bidik Transaksi Digital Lewat myBCA JSD Blok M Festival 2026
"Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi fokus Bank Muamalat. Karena itu kami menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun SME, yang terbukti lebih resilien," ujar Imam dalam siaran pers, Jumat (24/7/2026).
Ia mengungkapkan, pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Hingga akhir Maret 2026, outstanding pembiayaan produk tersebut melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,7 triliun. Sejalan dengan itu, jumlah rekening nasabah produk ini meningkat 274% YoY.
Di sisi lain, pembiayaan kepada segmen SME juga terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33% YoY.
"SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai penyebaran risiko yang baik," kata Imam.
Untuk memperkuat kinerja pada paruh kedua tahun ini, Bank Muamalat bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar Synergy Roadshow 2026 di enam kota besar. Setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta, kegiatan serupa akan dilanjutkan di Makassar dan Medan.
Menurut Imam, kegiatan tersebut menjadi forum bagi manajemen untuk menyampaikan strategi dan prioritas bisnis kepada seluruh kantor wilayah dan cabang, sekaligus mengevaluasi kinerja serta memetakan peluang pertumbuhan di masing-masing daerah.
Baca Juga: Transaksi Digital Melejit, Volume Transaksi LinkAja Tumbuh 13% di Semester I-2026
"Kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak," ujarnya.
Selain memperkuat bisnis inti, Bank Muamalat juga terus mempererat sinergi dengan BPKH melalui berbagai kerja sama strategis di ekosistem haji dan umrah.
Salah satu kolaborasi yang telah dijalankan adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia sebagai pengganti transaksi tunai bagi jemaah. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung digitalisasi layanan haji dan umrah sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah selama beribadah.
Bank Muamalat juga terus memperluas akses layanan pendaftaran haji melalui aplikasi Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia. Melalui aplikasi tersebut, calon jemaah juga dapat melakukan pelunasan biaya haji hingga mengecek riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji.
Di samping itu, BPKH telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodian. Kedua belah pihak juga sepakat melanjutkan berbagai program bersama, baik di dalam maupun luar negeri, yang mencakup sosialisasi, penghimpunan dana, hingga program kemaslahatan.
"Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas," tutup Imam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














