kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Bank perlu mewaspadai efek tapering off terhadap kepemilikan SBN, ini alasannya


Senin, 23 Agustus 2021 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. Bank Rakyat Indonesia (BRI). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Lanjut ia, seiring dengan dukungan likuiditas BCA yang sangat memadai, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid, serta mempertimbangkan imbal hasil yang baik dan instrumen yang beresiko rendah, diharapkan penempatan surat berharga BCA akan terus meningkat.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi AS Aturridha menyatakan penempatan dana di surat berharga, merupakan salah satu strategi Bank Mandiri dalam mengelola likuiditas perusahaan. Hal ini juga merupakan upaya yang lazim dilakukan perbankan untuk menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.

“Sampai dengan akhir Juni 2021, Bank Mandiri telah menempatkan dana di surat berharga sebesar Rp 210,23 triliun (bank only). Angka tersebut memang mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir 2020 lalu,” paparnya kepada KONTAN pada Senin (23/8).

Ia mengaku saat ini likuiditas Bank Mandiri berada pada posisi yang solid, disokong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga terutama dari peningkatan dana murah atau current account and saving account (CASA).

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus mengelola likuiditas secara prudent dengan mempertimbangkan imbal hasil yang sesuai dan risiko yang terukur,” pungkasnya.

Selanjutnya: OJK tak akan beri label khusus bagi bank yang beroperasi sebagai bank digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×