kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.911   41,00   0,23%
  • IDX 5.672   -148,76   -2,56%
  • KOMPAS100 733   -19,19   -2,55%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,60   -2,28%
  • IDX30 318   -7,29   -2,24%
  • IDXHIDIV20 392   -8,84   -2,21%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,50%
  • IDXQ30 102   -2,38   -2,27%

Bank Permata tanggapi rumor akan diakuisisi oleh Farallon


Senin, 09 April 2018 / 18:25 WIB
ILUSTRASI. Penyaluran Kredit Bank Permata


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Farallon Capital dikabarkan berencana mengakusisi 44,56% saham Standard Chartered di PT Bank Permata Tbk (BNLI). Rumor ini membuat harga saham Bank Permata hari ini mengalami kenaikan 6,03% menjadi Rp 615 per saham.

Richele Maramis, Head Corporate Affairs Bank Permata bilang manajemen tidak dalam posisi berkomentar terkait kabar spekulatif ini.

"Kami tidak dalam posisi untuk berkomentar tentang kabar spekulatif di pasar mengenai Farallon ataupun SCB," kata Ricele kepada Kontan.co.id, Senin (9/4).

Menurut Richele, Bank Permata terus mendapat dukungan kuat dari dua pemegang saham utama yaitu PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank Plc.

Masing-masing Astra dan Stancart memiliki 44,56% saham di Bank Permata. Berdasarkan rumor beredar, Farallon telah berbicara dengan Stanchart di London terkait rencana akuisisi ini.

Operasional Standard Chartered di Indonesia sendiri saat ini terbagi dua antara cabang yang dimiliki sepenuhnya, yaitu Standard Chartered Indonesia dan kepemilikannya di BNLI. Bank yang berbasis di Inggris ini pernah mengungkapkan keinginan agar operasionalnya di Indonesia diwakili oleh satu entitas saja.

Tahun lalu, Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered, Bill Winters, pernah mengungkapkan bahwa ada beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk operasional Standard Chartered di Indonesia.

Kepada Financial Times tahun lalu, Winters mengungkapkan, Standard Chartered dapat menjual salah satu dari dua operasinya di Indonesia dan menginvestasikan hasilnya pada yang lain atau mendapatkan kendali dari Bank Permata dan menggabungkan kedua entitas tersebut. Namun, saat itu ia membantah Standard Chartered akan menjual kepemilikan sahamnya di Bank Permata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×