kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Bank Syariah Andalkan Aplikasi Digital Sebagai Mesin Pertumbuhan Bisnis


Jumat, 19 Juni 2026 / 21:24 WIB
Bank Syariah Andalkan Aplikasi Digital Sebagai Mesin Pertumbuhan Bisnis
ILUSTRASI. BCA Syariah - kontan kilas online (BCA SYARIAH/KILAS)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perbankan sudah tidak bisa lagi terlepas dari yang namanya aplikasi digital. Kini, perbankan terus berlomba untuk memacu pertumbuhan bisnisnya melalui aplikasi digital, termasuk pula bank syariah.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, pada Mei 2026, volume transaksi keuangan yang dilakukan melalui aplikasi mobile digital tumbuh 26,16% secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan mencapai Rp 5,22 miliar transaksi atau tumbuh 28,14% yoy.

Pertumbuhan digital yang amat pesat ini tentu menjadi ceruk peluang bagi perbankan untuk memperluas skala bisnisnya. Perbankan syariah di satu sisi memiliki peluang besar dengan pangsa pasar yang lebih khusus.

Baca Juga: Kemenkeu Pastikan Info Bantuan Finansial di Media Sosial Adalah Hoaks

Sejumlah bank syariah terbukti berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada perkembangan aplikasi digitalnya. Selain menumbuhkan jumlah transaksi, aplikasi digital juga terbukti dapat memanen nasabah baru.

PT Bank Syariah Nasional Tbk (BSI) salah satunya menyebut jumlah nasabahnya terus bertumbuh berkat investasi yang dikucurkan pada layanan digital.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, pengguna aplikasi BSI, yakni BYOND, telah mencapai lebih dari 10 juta pengguna pada April 2026. Jumlah tersebut terhitung tumbuh 25% yoy.

Dengan bertambah luasnya basis nasabah digital tersebut, Wisnu mencatat jumlah nasabah BSI secara keseluruhan telah mencapai 23,7 juta nasabah.

"Transformasi digital menjadi salah satu kunci akselerasi pertumbuhan bisnis melesat di BSI," kata Wisnu saat dihubungi, Jumat (19/6/2026).

Wisnu menilai kelebihan aplikasi BSI dibanding bank umum lainnya adalah berbagai fitur layanan syariah. Ia menyebut beberapa layanan BYOND, di antaranya transaksi finansial, BSI Emas, transaksi sosial, donasi masjid terdekat, arah kiblat dan lainnya.

Adapun sebagai bullion bank, hadirnya aplikasi digital juga turut menumbuhkan pembiayaan emas BSI. Hingga April 2026, pembiayaan cicil emas BSI tercatat mencapai Rp 16,93 triliun atau tumbuh 97,9% yoy.

"Kami optimis tahun ini pengguna channel digital BSI meningkat, terutama menyasar gen Z dan gen milenial," kata Wisnu.

PT Bank BCA Syariah juga membuktikan bahwa dukungan aplikasi digital berkontribusi sangat positif terhadap pertumbuhan bisnis dan akuisisi nasabah baru.

Direktur BCA Syariah Pranata Nazamuddin menyampaikan, pada Mei 2026, pengguna aplikasi banknya, yakni BSya, telah mencapai sekitar 221.000 nasabah.

Pranata menyebut peran BSya teramat penting dalam mengakuisisi nasabah baru. Ini tercermin dari jumlah nasabah baru yang kontribusinya mencapai 69% dari total nasabah baru di 2026.

"Kami yakin ke depannya BSya akan terus tumbuh positif selaras dengan tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang inklusif dan mudah dijangkau," ucapnya.

Selain akuisisi nasabah, aplikasi digital juga mendukung pertumbuhan transaksi bank. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk misalnya menyebut jumlah transaksi nasabah melonjak signifikan berkat transaksi QRIS.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menuturkan, jumlah transaksi QRIS melalui aplikasi Muamalat DIN pada Mei 2026 tercatat tumbuh 74,87% yoy. Sedangkan volume transaksinya meningkat 58,12% yoy.

"Pembayaran digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, kami terus mengoptimalkan Muamalat DIN, sekaligus melakukan penetrasi dan akuisisi merchant," kata Ricky.

Ricky optimistis pertumbuhan pengguna dan transaksi Muamalat DIN akan terus positif ke depannya sejalan dengan bertambah luasnya jaringan ekosistem merchant Bank Muamalat.

Baca Juga: BSN Bukukan Laba Bersih Rp 473,75 Miliar pada Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×