Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tingginya suku bunga KPR perbankan konvensional. Kepastian angsuran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong minat masyarakat terhadap KPR berbasis syariah.
PT Bank Syariah Nasional (BSN) misalnya yang hingga Mei 2026, realisasi pembiayaan KPR BSN mencapai Rp 5,317 triliun dengan tren penyaluran stabil di atas Rp 1 triliun per bulan.
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor mengatakan KPR syariah masih memiliki daya tarik karena memberikan kepastian cicilan bagi nasabah.
"Di saat bunga KPR konvensional cenderung tinggi atau bergerak naik, nasabah KPR syariah lebih diuntungkan karena margin atau ujrah telah disepakati di awal," ujar Alex kepada Kontan.co.id, Rabu (4/6/2026).
Baca Juga: Dapat Kuota Subsidi 73.000 Unit, BSN Siap Perkuat KPR Syariah
Meski demikian, Alex mengakui kondisi suku bunga tinggi juga berdampak terhadap kenaikan biaya dana atau cost of fund perbankan syariah. Karena itu, pertumbuhan pembiayaan tetap dijaga secara prudent.
Hingga akhir tahun, Perseroan menargetkan total pembiayaan KPR tahun ini mencapai Rp 15,7 triliun.
Adapun untuk KPR subsidi, BSN menargetkan penyaluran mencapai 73.700 unit pada 2026 atau naik sekitar 24% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 59.481 unit.
Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan KPR syariah, BSN memperkuat kolaborasi dengan developer melalui asosiasi developer, mengembangkan digitalisasi proses layanan KPR, hingga memperluas pembiayaan yang lebih inklusif untuk sektor informal dan guru ngaji.
Selain itu, perseroan juga memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui layanan walk-in customer service serta berbagai kegiatan edukasi.
Setali tiga uang, Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum mengatakan pembiayaan KPR iB perseroan tumbuh 25,2% secara tahunan pada April 2026 menjadi Rp 1,6 triliun.
Baca Juga: KPR iB BCA Syariah Tumbuh Positif, Mendominasi Pembiayaan Konsumer
Menurutnya, pembiayaan KPR iB kini menjadi kontributor terbesar pembiayaan konsumer dengan porsi mencapai 66,6%.
"Target kami pada tahun 2026 ini komposisi pembiayaan KPR dapat mencapai double digit dari total pembiayaan konsumer," ujar Yuli.
BCA Syariah mengandalkan strategi peningkatan literasi dan inklusi pembiayaan syariah, memperluas kerja sama dengan developer dan agen properti, serta menghadirkan berbagai promo pembiayaan seperti biaya KPR yang dapat dicicil dengan margin 0% hingga dua tahun dan kepastian angsuran sampai 15 tahun.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi mengatakan pembiayaan pemilikan rumah (PPR) perseroan masih tumbuh positif meski dihadapkan pada tantangan penurunan daya beli masyarakat dan ketatnya persaingan promo dari bank konvensional.
Hingga Mei 2026, realisasi PPR Bank BJB Syariah tumbuh sekitar 4% secara tahunan. Perseroan menargetkan pertumbuhan PPR sebesar 6% pada tahun ini.
Untuk menjaga kualitas pembiayaan, Bank BJB Syariah fokus menyasar segmen aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, BUMD, serta nasabah payroll dengan kualitas kredit yang relatif sehat. Perseroan juga memperkuat kerja sama dengan developer terpilih untuk mempercepat proses pembiayaan dan memperluas akses pasar.
Baca Juga: KPR Syariah Tetap Melaju Kencang di Tengah Tren Suku Bunga Rendah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













