kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank Tabungan Negara (BBTN) Buka Suara Terkait Rencana Akuisisi Bank Muamalat


Selasa, 14 November 2023 / 11:30 WIB
Bank Tabungan Negara (BBTN) Buka Suara Terkait Rencana Akuisisi Bank Muamalat
ILUSTRASI. Customer service bank muamalat melayani?nasabah di kantor cabang Bank Muamalat Jakarta, Rabu (1/11/2023). Bank Tabungan Negara (BBTN) Buka Suara Terkait Rencana Akuisisi Bank Muamalat.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dikabarkan bakal mengakuisisi Bank Muamalat Indonesia sebagai salah satu langkah untuk memisahkan unit syariah miliknya (spin off).

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary, Bank Tabungan Negara, Ramon Armando, tidak membantah isu tersebut. Ia mengatakan salah satu opsi dalam langkah spin off tersebut adalah melakukan akuisisi bank syariah yang sudah ada.

“Perseroan sedang melakukan penjajakan dengan beberapa bank syariah yang ada dan terus berkomunikasi untuk mendapatkan penawaran terbaik,” ujar Ramon dalam keterbukaan informasi (13/11).

Baca Juga: Dikabarkan Diakuisisi Bank BTN, Begini Respons Bank Muamalat

Selain itu, ada pula opsi lain dalam melakukan spin off yaitu mendirikan perusahaan baru atau meminta lisensi baru untuk BUS. Hanya saja, pihaknya masih mengkaji opsi yang paling efisien, mudah dan cepat dilaksanakan.

Ia menjelaskan, unit usaha syariah BTN nantinya menjadi sebuah entitas yang mandiri sebagai anak perusahaan di mana proses ini akan melibatkan pemisahan aset, manajemen, dan operasional UUS, sehingga entitas baru ini akan beroperasi secara terpisah dan fokus secara eksklusif pada prinsip-prinsip perbankan syariah. 

Baca Juga: Bank Sambut Positif Stimulus Pembebasan PPN Rumah di Bawah Rp 2 Miliar

Dengan strategi ini, Ramon bilang tujuan perseroan agar dapat mengoptimalkan layanan perbankan syariahnya sehingga lebih efektif memenuhi kebutuhan pelanggan yang mencari produk dan layanan perbankan syariah.

“Aksi korporasi dimaksud akan kami publikasikan setelah ada persetujuan dari Regulator.” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×