kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bankir happy soal rencana BI longgarkan GWM


Kamis, 28 Desember 2017 / 21:16 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana untuk meningkatkan rasio GWM Averaging menjadi di atas 1,5%. Hal ini agar nantinya bank bisa lebih fleksibel dalam mengelola likuiditas.

Sebagai gambaran, saat ini GWM averaging sudah berlaku di bank konvensional dengan penghitungan sebesar 1,5% dari total rasio GWM Primer sebesar 6,5%.

Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI bilang tahun depan tidak menutup kemungkinan rasio GWM averaging bisa naik dari posisi saat ini 1,5%.

"Bank besar dengan treasuri yang sudah canggih bisa memanfaatkan penyempurnaan GWM ini," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (28/12).

Dengan adanya relaksasi ini, bank bisa semakin mudah untuk mengatur likuiditas.

Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN bilang relaksasi GWM averaging ini akan menguntungkan bank besar.

"Terutama saat kondisi likuiditas di pasar sedang ketat," kata Iman kepada Kontan.co.id, Kamis (28/12). Saat likuiditas sedang ketat, maka bank bisa menaikkan rasio GWM averaing sesuai dengan ketentuan.

Secara umum efek dari relaksasi GWM ini tak terlalu berefek ke BTN.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×