kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bankir happy soal rencana BI longgarkan GWM


Kamis, 28 Desember 2017 / 21:16 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana untuk meningkatkan rasio GWM Averaging menjadi di atas 1,5%. Hal ini agar nantinya bank bisa lebih fleksibel dalam mengelola likuiditas.

Sebagai gambaran, saat ini GWM averaging sudah berlaku di bank konvensional dengan penghitungan sebesar 1,5% dari total rasio GWM Primer sebesar 6,5%.

Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI bilang tahun depan tidak menutup kemungkinan rasio GWM averaging bisa naik dari posisi saat ini 1,5%.

"Bank besar dengan treasuri yang sudah canggih bisa memanfaatkan penyempurnaan GWM ini," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (28/12).

Dengan adanya relaksasi ini, bank bisa semakin mudah untuk mengatur likuiditas.

Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN bilang relaksasi GWM averaging ini akan menguntungkan bank besar.

"Terutama saat kondisi likuiditas di pasar sedang ketat," kata Iman kepada Kontan.co.id, Kamis (28/12). Saat likuiditas sedang ketat, maka bank bisa menaikkan rasio GWM averaing sesuai dengan ketentuan.

Secara umum efek dari relaksasi GWM ini tak terlalu berefek ke BTN.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×