kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.904   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Bankir optimistis likuiditas infra 2018 terpenuhi


Minggu, 17 September 2017 / 13:25 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Beberapa bankir optimis likuiditas untuk keperluan kredit infrastruktur pada tahun depan akan terpenuhi. Hal ini seiring dengan alternatif pendanaan non dana pihak ketiga (DPK) seperti obligasi.

Mohammad Irfan, Direktur Korporasi BRI mengatakan, bank sudah menyiapkan pendanaan untuk kredit infrastruktur pada tahun depan. "Salah satu pendanaannya dalah dari DPK atau dana masyarakat," kata Irfan kepada KONTAN, Jumat (15/9).

Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA bilang terkait proyek infrastruktur, bank akan menyesuaikan dengan kemampuan likuiditas yang dimiliki. "Ada opsi lain diluar perbankan untuk mendukung proyek tersebut," kata Jan Hendra, Jumat (15/9).

Jan bilang salah satu opsi lain tersebut adalah pendanaan melalui surat utang.

Darwin Wibowo, Direktur Wholesale Banking Bank Permata bilang, secara umum tidak bisa dibilang likuditas akan berkurang jauh karena proyek infrastruktur. "Karena proyek infra juga memutar uang, bukan uang tidak kembali ke sistem," kata Darwin kepada KONTAN, Jumat (15/9).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) LDR perbankan sampai Juli 2017 sebesar 91,82% atau melongar dibanding periode sama 2016 93,07%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×