kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Bayar obligasi, Pegadaian tarik pinjaman Rp 250 M


Senin, 25 Agustus 2014 / 18:09 WIB
ILUSTRASI. 5 Cara Mengatasi Laptop Freeze yang Tidak Bisa Bergerak, Mudah Dipahami Pemula


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) berencana untuk membayar obligasi jatuh tempo melalui pinjaman bank. Adapun obligasi yang akan jatuh tempo pada 11 Oktober 2014 itu nilainya sebesar Rp 250 miliar.

Nilai itu sangat kecil jika dibandingkan dengan sisa plafon pinjaman bank yang diperoleh Pegadaian mencapai Rp 6,323 triliun.

Plafon pinjaman itu tercatat ada di tiga bank BUMN yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sisa plafon pinjaman Pegadaian dari bank tersebut masing-masing sebesar Rp 2,288 triliun (BRI), Rp 2,200 triliun (BNI) dan Rp 1,834 triliun (Bank Mandiri).

"Pegadaian telah menyediakan dana untuk pembayaran obligasi melalui pinjaman bank,” ujar Dwi Agus Pramudya, Direktur Pegadaian seperti dikutip dalam keterbukaan informasinya, Senin (25/8).

Pegadaian sejatinya memiliki fasilitas plafon pinjaman di tiga bank itu sebesar Rp 19,1 triliun. Namun sudah dipakai sebesar Rp 12,776 triliun. Sehingga, masih ada sisa sebesar Rp 6,323 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×