Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan kredit valuta asing (valas) sebesar 14,9% secara tahunan (year on year/YoY) hingga akhir 2025.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA menyampaikan bahwa, meskipun kredit valas tumbuh, portofolio pembiayaan bank tersebut masih didominasi oleh kredit dalam denominasi rupiah.
Dari sisi kualitas aset, BCA juga mencatat kondisi pembiayaan yang tetap terjaga. Hingga akhir 2025, rasio loan at risk (LAR) BCA tercatat berada di level 4,8%. Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap terkendali di level 1,7%.
Selain itu, pencadangan kredit bermasalah juga dinilai memadai. Rasio pencadangan terhadap NPL tercatat sebesar 183,8%, sedangkan pencadangan terhadap LAR berada di level 71,6%.
Baca Juga: BCA Sesuaikan Operasional Cabang Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026
Hera menegaskan bahwa perseroan akan terus menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang kuat sebagai landasan untuk mendorong pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.
“BCA berkomitmen mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang solid, dalam rangka memberikan landasan bagi pertumbuhan kredit yang berkesinambungan dan berkualitas,” ujar Hera kepada kontan.co.id, Selasa (10/3).
Ke depan, BCA juga akan terus mengelola likuiditas secara pruden serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko guna menjaga kualitas aset di tengah dinamika kondisi ekonomi dan pasar keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













