Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk atau Bank Central Asia (BCA) menyatakan terus memantau dinamika makroekonomi baik dari dalam negeri maupun global, termasuk perkembangan eskalasi tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan perseroan tetap fokus pada fundamental bisnis dan menerapkan langkah yang prudent dalam menghadapi ketidakpastian global.
“BCA senantiasa mencermati dinamika makroekonomi, baik domestik maupun global, termasuk dampak eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah. BCA berfokus pada fundamental bisnis perseroan serta tetap mengambil langkah yang prudent dalam menghadapi dinamika saat ini,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Emas Jadi Investasi Andalan, Menko Airlangga: Nasabah Bullion Bank Naik Jadi 5,7 Juta
Hera menambahkan, BCA juga menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang kuat guna menghadapi berbagai potensi ketidakpastian yang berasal dari kondisi global.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) dalam valuta asing di BCA tercatat masih tumbuh positif. Per Desember 2025, DPK valas BCA mencapai Rp83,6 triliun atau meningkat 11,7% secara tahunan (year on year/YoY).
Menurut Hera, BCA terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar serta berbagai potensi risiko yang muncul.
“BCA senantiasa menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko,” jelasnya.
Baca Juga: Kolaborasi Dengan Pegadaian, PRIMA Perluas Akses Emas Digital
Selain itu, untuk mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing akibat tekanan ekonomi global, BCA menjaga rasio Posisi Devisa Neto (PDN) secara konservatif.
BCA juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi risiko pasar yang berkaitan dengan transaksi valas maupun pergerakan suku bunga.
"Langkah tersebut dilakukan melalui penetapan serta pengendalian limit risiko pasar secara disiplin guna memastikan stabilitas operasional bank tetap terjaga di tengah dinamika pasar global," ucap Hera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













