kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beban bunga BNI sampai Agustus 2018 Rp 11,1 triliun, naik 12,8%


Selasa, 02 Oktober 2018 / 16:52 WIB
ILUSTRASI. ATM BNI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat beban bunga sampai Agustus 2018 sebesar Rp 11,1 triliun. Beban bunga ini naik 12,8% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu Rp 9,8 triliun.

Sebesar 76% beban bunga ini berasal dari mata uang rupiah, sedangkan sisanya berasal dari valuta asing. Jika melihat laporan keuangan bulan Agustus 2018, beban bunga ini menggerus pendapatan bunga yang berasal dari penyaluran kredit.

Dengan pertumbuhan kredit 10,95% secara yoy pada Agustus 2018, BNI mencatat pendapatan bunga bersih sebesar 10,31% yoy.

Anggoro Eko Cahyo, Direktur Keuangan BNI mengakui beban bunga ini disebabkan karena kenaikan bunga deposito. “Sampai saat ini kenaikan bunga deposito sebesar 25bps-50bps bergantung pada nominal dan tenor,” kata Anggoro kepada Kontan.co.id, Selasa (2/10).

Tren kenaikan suku bunga ini tentunya juga berdampak pada BNI. "Kami harus melakukan penyesuaian suku bunga di sisi liabilitas yang lebih cepat dibandingkan sisi aset," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×