kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Beban meningkat, laba Panin Syariah tergerus


Jumat, 28 Maret 2014 / 14:32 WIB
ILUSTRASI. Promo Superindo 7-10 November 2022.


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Panin Syariah membukukan penurunan laba bersih di sepanjang 2013 lalu. Dalam publikasi laporan keuangan yang dirilis Jumat (28/3), laba anak usaha Bank Panin ini merosot 42,49% menjadi Rp 21,33 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 37,09 miliar.

Sebenarnya, kinerja Panin Syariah terlihat meningkat jika mengacu dari pendapatan yang dibukukan. Pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib mencapai Rp 273,81 miliar dari tahun sebelumnya Rp 146,35 miliar. Begitu juga dari pendapatan usaha lainnya yang menjadi Rp 9,95 miliar dari Rp 5,76 miliar.

Namun bank syariah pertama yang melantai di BEI ini mengalami peningkatan beban kerugian penurunan nilai dari Rp 4,7 miliar menjadi Rp 25,23 miliar. Tidak hanya itu, bank dengan kode emiten PNBS ini mencatat beban usaha lainnya (baik dari administrasi, kepegawaian, imbalan pasca kerja, dan bonus wadah) yang menjadi Rp 83,44 miliar dari Rp 40,38 miliar.

Meski begitu, Panin Syariah tetap membukukan peningkatan total aset dari Rp 2,14 triliun menjadi Rp 4,05 triliun.

Deny Hendrawati, Direktur Utama Panin Syariah, pernah mengatakan pihaknya mengincar total aset bisa mencapai Rp 4,5 triliun di tahun ini. "Target tersebut akan didorong oleh peningkatan pembiayaan yang diperkirakan mencapai Rp 3,4 triliun, yang juga didukung rasio kecukupan modal pada level 20%," ujar Deny, belum lama ini.

Tidak hanya itu, Deny bilang, PBS juga berharap bisa meningkatkan porsi dana murah dalam dana pihak ketiga (DPK). "Dari target DPK kami yang diperkirakan mencapai Rp 3,4-3,5 triliun tahun ini, kami proyeksikan dana murah bisa mencapai 30%-40%," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×