kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Beda dengan Konvensional,JMA Syariah Sebut Inovasi Produk Asuransi Syariah Diperlukan


Jumat, 16 Oktober 2026 / 20:31 WIB
Beda dengan Konvensional,JMA Syariah Sebut Inovasi Produk Asuransi Syariah Diperlukan
ILUSTRASI. PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam roadmap atau peta jalan pengembangan dan penguatan perasuransian Indonesia 2023-2027, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa variasi produk syariah menjadi salah satu tantangan bagi industri asuransi syariah. 

Jika dibandingkan asuransi konvensional, terdapat keterbatasan variasi produk untuk asuransi syariah. Dengan demikian, banyak masyarakat yang akhirnya melirik produk asuransi konvensional karena tak berbeda jauh dibandingkan syariah.

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau JMA Syariah menilai inovasi produk asuransi syariah sangat diperlukan, terutama untuk memperkuat nilai tambah yang membedakannya dari asuransi konvensional. 

Direktur Utama JMA Syariah Basuki Agus mengatakan perbedaan mendasar produk asuransi syariah terletak pada prinsip pengelolaannya. Basuki menerangkan asuransi syariah mengedepankan prinsip tolong-menolong atau ta’awun melalui dana tabarru. 

Baca Juga: JMA Syariah Terapkan Sejumlah Strategi Ini Guna Mengendalikan Angka Klaim

"Adapun dana tabarru digunakan untuk saling membantu antarpeserta ketika terjadi risiko, sedangkan perusahaan berperan sebagai pengelola sesuai dengan akad yang disepakati," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (16/10/2026).

Selain itu, Basuki menerangkan pengelolaan dana asuransi syariah juga harus sesuai dengan prinsip syariah, termasuk menghindari unsur riba, gharar atau ketidakjelasan, dan maysir atau spekulasi, serta menerapkan pengawasan syariah. 

Dia bilang hal itu memberikan alternatif perlindungan bagi masyarakat yang ingin memastikan bahwa perlindungan finansialnya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

Oleh karena itu, Basuki menyebut inovasi tidak harus selalu diwujudkan melalui produk yang sepenuhnya berbeda dari produk konvensional, tetapi juga melalui penguatan manfaat, transparansi pengelolaan dana, kemudahan akses, dan kesesuaian produk dengan kebutuhan peserta. 

"Dengan demikian, asuransi syariah tidak hanya menawarkan perlindungan finansial, tetapi juga mekanisme perlindungan berbasis solidaritas dan prinsip syariah," tuturnya.

Baca Juga: Banyak Asuransi Spin Off UUS, JMA Syariah Prediksi Persaingan Makin Ketat

Lebih lanjut, Basuki menilai peluang pengembangan produk asuransi syariah masih terbuka luas ke depannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan perlindungan keluarga, pendidikan, kesehatan, dan persiapan hari tua. 

Dalam hal itu, dia menyebut JMA Syariah akan terus mengevaluasi dan mengembangkan produk perlindungan individu maupun kelompok dengan mengedepankan prinsip syariah, keterjangkauan, kemudahan akses, dan kualitas layanan, serta memperluas saluran distribusi agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Terkait komposisi, Basuki menerangkan portofolio bisnis JMA Syariah saat ini didominasi produk asuransi pembiayaan dan asuransi kesehatan  yang secara keseluruhan memakan porsi hampir 90% terhadap total premi perusahaan. Sementara itu, produk perlindungan individu berkontribusi sekitar 10%.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, JMA Syariah mencatatkan kontribusi gabungan mencapai Rp 213,04 miliar per September 2026. Adapun klaim bruto perusahaan sebesar Rp 108,62 miliar. 

Baca Juga: JMA Syariah Catat Hasil Investasi Naik 29,5%, Ini Strategi Penopangnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×