kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Berada di Bawah Industri, Rasio Kredit Bermasalah CNAF di Angka 2,41% per Juli 2026


Kamis, 03 September 2026 / 21:58 WIB
Berada di Bawah Industri, Rasio Kredit Bermasalah CNAF di Angka 2,41% per Juli 2026
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Belva Safina | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) sebesar 2,41% per Juli 2026.

Angka itu lebih baik dari tren rata-rata industri multifinance yang berada di posisi 3,01% pada semester I-2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, terkendalinya angka NPF perusahaan tak terlepas dari upaya dalam menerapkan manajemen risiko yang pruden.

Ristiawan menambahkan, langkah strategis yang dijalankan perusahaan, meliputi penguatan proses underwriting dalam penyaluran pembiayaan.

"Selain itu, optimalisasi monitoring portofolio nasabah secara berkala untuk memitigasi risiko secara dini," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Per Juli 2026

Ristiawan menyampaikan faktor yang dapat menyebabkan kenaikan angka NPF ke depannya berasal dari daya beli masyarakat dan tekanan tantangan ekonomi saat ini.

Dia bilang kedua hal itu menjadi faktor yang berdampak pada kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

"Pada paruh kedua ini, daya beli masyarakat dan bergeliatnya aktivitas perekonomian nasional sangat memengaruhi kenaikan rasio NPF. Kami berharap industri multifinance dapat terus mempertahankan rasio NPF pada level yang sehat hingga akhir tahun nanti,” katanya.

Ristiawan optimistis perusahaan mampu memitigasi risiko, serta menjaga kualitas aset tetap sehat melalui penguatan proses underwriting dan monitoring portofolio secara ketat ke depannya. 

Baca Juga: Amartha Jaga Rasio Kredit Macet Tetap di Bawah 5% pada Awal 2026

Dengan demikian, Ristiawan mengatakan CNAF akan terus mencermati perkembangan ekonomi hingga penghujung tahun, serta terus memperkuat pengelolaan risiko, sehingga pertumbuhan pembiayaan dapat tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×