kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Berada di Bawah Industri, Rasio Kredit Bermasalah CNAF di Angka 2,41% per Juli 2026


Kamis, 03 September 2026 / 21:58 WIB
Berada di Bawah Industri, Rasio Kredit Bermasalah CNAF di Angka 2,41% per Juli 2026
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Belva Safina | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) sebesar 2,41% per Juli 2026.

Angka itu lebih baik dari tren rata-rata industri multifinance yang berada di posisi 3,01% pada semester I-2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, terkendalinya angka NPF perusahaan tak terlepas dari upaya dalam menerapkan manajemen risiko yang pruden.

Ristiawan menambahkan, langkah strategis yang dijalankan perusahaan, meliputi penguatan proses underwriting dalam penyaluran pembiayaan.

"Selain itu, optimalisasi monitoring portofolio nasabah secara berkala untuk memitigasi risiko secara dini," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Per Juli 2026

Ristiawan menyampaikan faktor yang dapat menyebabkan kenaikan angka NPF ke depannya berasal dari daya beli masyarakat dan tekanan tantangan ekonomi saat ini.

Dia bilang kedua hal itu menjadi faktor yang berdampak pada kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

"Pada paruh kedua ini, daya beli masyarakat dan bergeliatnya aktivitas perekonomian nasional sangat memengaruhi kenaikan rasio NPF. Kami berharap industri multifinance dapat terus mempertahankan rasio NPF pada level yang sehat hingga akhir tahun nanti,” katanya.

Ristiawan optimistis perusahaan mampu memitigasi risiko, serta menjaga kualitas aset tetap sehat melalui penguatan proses underwriting dan monitoring portofolio secara ketat ke depannya. 

Baca Juga: Amartha Jaga Rasio Kredit Macet Tetap di Bawah 5% pada Awal 2026

Dengan demikian, Ristiawan mengatakan CNAF akan terus mencermati perkembangan ekonomi hingga penghujung tahun, serta terus memperkuat pengelolaan risiko, sehingga pertumbuhan pembiayaan dapat tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×