Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Suku bunga deposito bank digital masih relatif tinggi di tengah tren suku bunga yang tinggi. Sejumlah bank digital mempertahankan imbal hasil simpanan yang agresif untuk menarik dana masyarakat dan memperkuat basis pendanaan.
Berdasarkan penelusuran Kontan, bunga deposito yang ditawarkan sejumlah bank digital berada di kisaran 3,5%-9% per tahun. Tingkat tersebut masih berada di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang saat ini sebesar 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum.
Bunga deposito tertinggi ditawarkan Amar Bank, yakni mencapai 9% per tahun. Sementara Bank Aladin Syariah menawarkan bagi hasil hingga 8,5%, Krom Bank hingga 8%, dan Superbank hingga 7,5% per tahun.
Baca Juga: Perkuat Kualitas Tenaga Pemasar, AAJI Catat Keagenan Tumbuh 3,1% pada Semester I-2026
Berikut daftar bunga deposito sejumlah bank digital:
1. Amar Bank (AMAR)
PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menawarkan bunga deposito dalam rentang 5,75%-9% per tahun.
Untuk tenor satu bulan, bunga yang ditawarkan sebesar 5,75% per tahun. Bunga tersebut naik menjadi 6% untuk tenor tiga bulan dan 6,25% untuk tenor enam bulan.
Selanjutnya, Amar Bank menawarkan bunga 7% untuk tenor 12 bulan, 7,5% untuk tenor 18 bulan, dan 8% untuk tenor 24 bulan. Adapun bunga tertinggi sebesar 9% per tahun berlaku untuk tenor 36 bulan.
2. Bank Aladin Syariah (BANK)
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) melalui produk Ala Deposito menawarkan bagi hasil hingga 8,5% per tahun.
Tingkat bagi hasil tersebut tercatat menurun dibandingkan penawaran sebelumnya yang mencapai 9% per tahun.
Jangka waktu yang tersedia antara lain satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan.
Baca Juga: POJK Disusun, OJK Bakal Atur Kenaikan Modal Minimum Asuransi yang Pasarkan Unitlink
3. Krom Bank Indonesia (BBSI)
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menawarkan dua produk deposito berjangka, yakni Krom Flex dan Krom Max.
Krom Flex menawarkan bunga deposito sebesar 6,5%-7,5% per tahun. Sementara Krom Max menawarkan bunga hingga 8% per tahun untuk tenor 12 bulan.
Adapun bunga terendah Krom Max sebesar 6,5% per tahun berlaku untuk tenor 14 hari.
4. Superbank (SUPA)
PT Super Bank Indonesia atau Superbank menawarkan bunga deposito rupiah di kisaran 6%-7,5% per tahun.
Bunga 6% ditawarkan untuk penempatan dana mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1 miliar maupun di atas Rp 1 miliar dengan tenor tujuh dan 14 hari.
Sementara itu, bunga 7,5% per tahun berlaku untuk penempatan dana Rp 500.000 hingga Rp 1 miliar dengan tenor satu hingga 12 bulan.
5. HiBank
PT Bank Hibank Indonesia menetapkan bunga deposito online rupiah mulai dari 5%-6,75% per tahun untuk tenor satu, tiga, enam, dan 12 bulan.
6. Bank Jago (ARTO)
Bank Jago menawarkan bunga deposito rupiah di kisaran 5%-6,25% per tahun.
Untuk simpanan di atas Rp 1 miliar, Bank Jago menyesuaikan bunga deposito menjadi 6,25% per tahun, naik 25 basis poin dari sebelumnya 6%. Bunga tersebut berlaku untuk tenor satu, tiga, enam, dan 12 bulan.
Sementara untuk simpanan Rp 1 juta-Rp 99,99 juta, Bank Jago menawarkan bunga 5% untuk tenor satu bulan. Adapun tenor tiga, enam, dan 12 bulan dikenakan bunga 5,5% per tahun, naik 25 basis poin dari sebelumnya 5,25%.
7. Allo Bank (BBHI)
Allo Bank Indonesia (BBHI) menetapkan bunga deposito 5,5%-6% per tahun untuk simpanan minimal Rp1 juta.
8. Bank Raya (AGRO)
Bank Raya Indonesia (AGRO) melalui produk Saku Jaga Optimal menawarkan bunga deposito mulai dari 4%-6% per tahun.
Bunga 4% berlaku untuk tenor satu bulan, sedangkan bunga 6% ditawarkan untuk tenor 24 bulan.
Adapun tenor tiga bulan menawarkan bunga 4,25%, tenor enam bulan 4,5%, dan tenor 12 bulan 5% per tahun.
9. Blu by BCA
Bank BCA Digital melalui Blu by BCA menawarkan bunga deposito dalam rentang 3,5%-4,75% per tahun.
Bunga 3,5% berlaku untuk penempatan dana Rp 1 juta-Rp 9,99 juta dengan tenor satu hingga 12 bulan.
Sementara bunga tertinggi sebesar 4,75% per tahun berlaku untuk penempatan dana di atas Rp1 miliar dengan tenor tiga bulan.
10. SeaBank
SeaBank Indonesia menawarkan bunga deposito rupiah mulai dari 3,5%-4,75% per tahun.
Bunga 3,5% berlaku untuk penempatan dana Rp 1 juta-Rp 9,99 juta. Sementara bunga tertinggi 4,75% ditawarkan untuk penempatan dana lebih dari Rp 1 miliar.
11. Bank Saqu
PT Bank Saqu Indonesia menawarkan deposito reguler dengan bunga maksimal 7% per tahun untuk simpanan di atas Rp 500 juta dengan tenor enam hingga 12 bulan.
Sementara bunga terendah sebesar 5,5% per tahun berlaku untuk simpanan di bawah Rp 500 juta dengan tenor tujuh hari.
12. Bank Neo Commerce (BBYB)
Bank Neo Commerce (BBYB) atau BNC menawarkan bunga deposito WOW berjangka di rentang 4,75%-7,25% per tahun.
Tingkat tersebut turun dibandingkan penawaran sebelumnya yang berada di kisaran 5%-7,5% per tahun.
Bunga 7,25% berlaku untuk tenor enam dan 12 bulan, 6,75% untuk tenor tiga bulan, serta 6% untuk tenor satu bulan. Adapun bunga terendah sebesar 4,75% berlaku untuk tenor tujuh hari.
Tingginya imbal hasil deposito masih menjadi salah satu strategi bank digital untuk menarik nasabah sekaligus memperkuat basis pendanaan. Namun, sejumlah bank mulai mengarahkan strategi penghimpunan dana ke dana murah atau CASA yang berasal dari aktivitas transaksi nasabah.
Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, perseroan akan mempertahankan suku bunga deposito yang berlaku sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent.
"Krom Bank akan mempertahankan suku bunga deposito yang berlaku sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent. Kami tetap melakukan benchmarking secara aktif terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing penawaran dan keberlanjutan bisnis," kata Anton kepada Kontan.co.id.
Menurut dia, Krom Bank saat ini juga fokus menghimpun CASA melalui ekosistem digital. Tantangan yang dihadapi adalah agresivitas inovasi produk dan suku bunga simpanan di industri perbankan digital yang sangat dinamis.
Untuk meningkatkan loyalitas dan aktivitas nasabah, Krom Bank terus memperkuat fitur layanan, memberikan fleksibilitas kepada nasabah, serta menggandeng berbagai mitra strategis untuk memperluas akuisisi nasabah baru.
Sementara itu, Head of Digital Strategy Allo Bank Destya Pradityo mengatakan strategi perseroan tidak semata-mata berfokus pada persaingan suku bunga.
"Karena itu strategi kami tidak berfokus pada kompetisi suku bunga semata. Kami lebih menitikberatkan pada peningkatan aktivitas transaksi melalui penguatan ekosistem, perluasan use case pembayaran digital, QRIS, transfer, bill payment, serta berbagai layanan yang meningkatkan frekuensi interaksi nasabah dengan aplikasi," kata Destya.
Menurut dia, dana murah yang berkualitas berasal dari aktivitas transaksi dan loyalitas nasabah. Karena itu, Allo Bank memilih memperkuat engagement nasabah agar pertumbuhan CASA dapat berlangsung lebih sehat dan efisien tanpa bergantung pada pricing yang agresif.
"Kami meyakini bahwa dana murah yang paling berkualitas adalah dana yang terbentuk dari aktivitas transaksi dan loyalitas nasabah. Oleh karena itu, fokus utama kami adalah membangun engagement yang lebih dalam dan berkelanjutan, sehingga pertumbuhan CASA dapat dicapai secara lebih sehat dan efisien tanpa harus bergantung pada strategi pricing yang agresif," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














