Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 5,5 triliun pada kuartal I-2026.
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan, jumlah tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menyebut perusahaan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin risiko dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah volatilitas pasar.
“Kami optimistis dapat terus menjaga postur risiko yang sehat. Pendekatan selektif dan disiplin merupakan faktor dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis kami," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Gelombang PHK Memicu Lonjakan Klaim BPJS Ketenagakerjaan
Di sisi lain, BFI Finance mencatat piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) sebesar Rp 26,8 triliun atau tumbuh 5,5% secara tahunan pada kuartal I-2026.
Di tengah penyaluran pembiayaan yang tetap terjaga, kualitas pembiayaan BFI Finance juga tercatat masih solid. Per Maret 2026, rasio non-performing financing (NPF) bruto tercatat sebesar 1,57% dan NPF neto sebesar 0,25%.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata industri multifinance yang mencatat NPF bruto sebesar 2,78% per Februari 2026. Perusahaan juga menjaga tingkat pencadangan dengan rasio coverage terhadap NPF bruto sebesar 2,71 kali.
Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance membukukan pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun atau naik 3,1% yoy. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp 354,3 miliar pada kuartal I-2026.
Adapun total aset perusahaan hingga Maret 2026 mencapai Rp 25,3 triliun. Rasio profitabilitas juga tetap terjaga dengan return on assets (RoA) sebesar 7% dan return on equity (RoE) sebesar 13%. Sementara rasio gearing berada di level 1,2 kali, masih jauh di bawah batas maksimum regulator.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












