kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI berharap ada batasan dividen bank


Sabtu, 18 Maret 2017 / 11:26 WIB
BI berharap ada batasan dividen bank


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Nina Dwiantika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Musim pembagian dividen dimulai. Sejumlah bank pelat merah atau badan usaha milik negara (BUMN) sudah menetapkan rasio dividennya. Bank-bank lain juga akan menyusul.

Nah, agar tak memberatkan bank, Bank Indonesia (BI) mengusulkan pembatasan pembagian dividen. BI menilai, perbankan sering kali menyetor dividen dengan rasio yang besar tanpa mempertimbangkan modal dan rasio kredit bermasalah mereka.

"Jadi kalau bank-bank dengan non performing loan (NPL) tinggi dan modal rendah kemudian pencadangan relatif kurang, tentu sebaiknya jangan memberikan deviden tinggi," kata Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur BI, Jumat (17/3). Sebab, permodalan bank bersangkutan sudah pasti akan tergerus.

Modal bank yang mini, akan mempengaruhi kekuatan bank itu dalam menyalurkan kredit. Padahal ekspansi perbankan membutuhkan sumber pendanaan yang cukup.

Namun, BI enggan mengusulkan seberapa besar rasio dividen yang sehat ketika bank sedang mengalami keterbatasan modal dan dilanda kredit bermasalah. Kata Mirza, itu lebih tepat jika digarap Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×