kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga, Cermati Rekomendasi BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI


Senin, 20 April 2026 / 05:30 WIB
BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga, Cermati Rekomendasi BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi menggunakan mesin ATM (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), arah suku bunga acuan yang diperkirakan tetap stabil dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan.

Kondisi ini membuka ruang bagi perbaikan transmisi kebijakan moneter sekaligus meredakan tekanan margin bunga, yang berpotensi mendorong pemulihan kinerja saham bank.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan stabilitas suku bunga dapat menjadi titik balik bagi profitabilitas perbankan. 

"Margin berpeluang lebih stabil dalam beberapa kuartal ke depan, sehingga kinerja laba bisa kembali terjaga," ujarnya kepada KONTAN Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (17/4), IHSG Berpeluang Sideways

Di sisi kebijakan, BI telah mempertahankan BI rate di level 4,75% sejak awal tahun. Secara kumulatif, level ini mencerminkan pelonggaran 125 basis poin sejak Januari 2025. 

Namun, transmisi ke sektor riil masih terbatas. Hingga Februari 2026, penurunan suku bunga kredit baru sekitar 40 basis poin, sementara bunga deposito tenor satu bulan turun 64 basis poin.

Kondisi tersebut sebelumnya sempat menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Persaingan menghimpun dana pihak ketiga membuat biaya dana meningkat lebih cepat, sehingga membebani kinerja bank.

Meski begitu, jika suku bunga tetap ditahan, tekanan tersebut diperkirakan mulai mereda.

Dari sisi pasar saham, tekanan masih terasa. Hingga penutupan perdagangan Jumat (17/4), saham bank besar masih terkoreksi secara year to date (ytd). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat penurunan terdalam sebesar 20,43% ke Rp 6.425. 

 

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Beli untuk Hari Ini (14/4), IHSG Berpotensi Kembali Reli

Disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 15,1% ke Rp 3.710, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 9,41% ke Rp 4.620, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terkoreksi 6,28% ke Rp 3.430.

Meski harga saham masih tertekan, prospek fundamental perbankan dinilai tetap solid. Pertumbuhan kredit diperkirakan berada di kisaran high single digit hingga low double digit, ditopang pemulihan permintaan dari segmen konsumsi dan korporasi. 




TERBARU

[X]
×