kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BI isyaratkan akan tahan BI Rate di level 7,5%


Selasa, 12 Agustus 2014 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Cermati Saham-Saham yang Banyak Diburu Asing di Akhir Bulan Februari 2023


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memberi sinyalemen akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI rate di level 7,5%, pada Rapat Dewan Gubernur BI yang akan digelar pada Kamis (14/8) mendatang.

Sinyal tersebut diutarakan Gubernur BI Agus Martowardojo. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi bukan menjadi mandat bank sentral. Sehingga, BI akan tetap menerapkan kebijakan moneter ketat di 2014.

"Mandat BI adalah untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah. Mandat BI tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi," kata Agus di Jakarta, Selasa (12/8).

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2014 mengalami perlambatan menjadi 5,12%. Menurut Agus, bank sentral tidak akan masuk ke dalam ranah yang mengupayakan agar angka pertumbuhan ekonomi kembali meningkat.

Namun, BI akan terus mengawal volatilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. "Karena mandat BI adalah untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah. Itu tercermin dari inflasi dan nilai tukar rupiah. Fungsi BI adalah trmasuk menjaga stabilitas sistem keuangan," jelas Agus.

Catatan saja, Badan Pusat Statisitik (BPS) telah mengeluarkan angka inflasi Juli 2014 sebesar 0,93% month-to-month (mtm) atau sebesar 4,53% secara year-on-year (yoy). Sedangkan, BI sendiri menargetkan inflasi 2014 akan berada pada kisaran 3,5%-5,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×