kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.892   10,00   0,06%
  • IDX 6.308   -66,09   -1,04%
  • KOMPAS100 824   -11,57   -1,38%
  • LQ45 626   -7,81   -1,23%
  • ISSI 218   -1,95   -0,89%
  • IDX30 350   -4,33   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,69   -0,86%
  • IDX80 94   -1,29   -1,35%
  • IDXV30 118   -0,77   -0,65%
  • IDXQ30 111   -1,11   -0,99%

BI: Likuiditas masih deras di 2011


Rabu, 08 Desember 2010 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Produksi timah


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan likuiditas masih akan deras hingga tahun 2011. Selisih suku bunga yang masih lebar membuat investor betah membenamkan dananya di emerging market seperti Indonesia.

Jumlah private capital inflows yang masuk kesini diperkirakan tumbuh dari US$ 581,4 miliar pada 2009 menjadi US$ 825,0 miliar di 2010 dan US$ 833,5 miliar pada 2011.

"Kalau krisis ekonomi Eropa dan Amerika belum pulih, capital inflow akan terus masuk", ucap Perry Warjiyo Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Menanggapi soal capital inflow menurut Tony A. Prasetiantono jika capital inflow kuat, BI Rate akan bertahan di 6,5 %. Namun jika cadangan devisa akhir tahun naik diatas US$95 miliar, BI Rate tidak akan naik dari 6,5 %.

"Tapi, jika cadangan devisa turun US$ 90 miliar, BI Rate bisa menjadi 6,75 %" tambah Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk (BNLI). Cadangan devisa dapat menunjukkan representasi capital inflow, kalau capital inflow jalan terus dan cadangan devisa meningkat BI tidak perlu menaikkan BI Rate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×