kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

BI: Likuiditas masih deras di 2011


Rabu, 08 Desember 2010 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Produksi timah


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan likuiditas masih akan deras hingga tahun 2011. Selisih suku bunga yang masih lebar membuat investor betah membenamkan dananya di emerging market seperti Indonesia.

Jumlah private capital inflows yang masuk kesini diperkirakan tumbuh dari US$ 581,4 miliar pada 2009 menjadi US$ 825,0 miliar di 2010 dan US$ 833,5 miliar pada 2011.

"Kalau krisis ekonomi Eropa dan Amerika belum pulih, capital inflow akan terus masuk", ucap Perry Warjiyo Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Menanggapi soal capital inflow menurut Tony A. Prasetiantono jika capital inflow kuat, BI Rate akan bertahan di 6,5 %. Namun jika cadangan devisa akhir tahun naik diatas US$95 miliar, BI Rate tidak akan naik dari 6,5 %.

"Tapi, jika cadangan devisa turun US$ 90 miliar, BI Rate bisa menjadi 6,75 %" tambah Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk (BNLI). Cadangan devisa dapat menunjukkan representasi capital inflow, kalau capital inflow jalan terus dan cadangan devisa meningkat BI tidak perlu menaikkan BI Rate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×