kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.922   52,00   0,29%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

BI minta bank yang terkena skimming percepat implementasi cip


Minggu, 01 April 2018 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Kartu debit berteknologi chip


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mendesak bagi bank yang terkena skimming untuk mempercepat proses pergantian kartu debit dari magnetik ke cip. Hal ini untuk meminimalisir risiko kejahatan penggandaan data kartu debit atau skimming terulang kembali.

Onny Widjanarko, Kepala Pusat Program Transformasi BI bilang, bagi bank yang terkena kasus skimming agar bisa lebih cepat migrasi ke cip. "Bagi bank yang terkena skimming dan yang siap, kami harap untuk bisa lebih cepat migrasi ke cip," kata Onny kepada Kontan.co.id, Kamis (30/3).

Pada minggu lalu, BI membenarkan telah memanggil bank dan lembaga switching untuk mengupayakan percepatan migrasi dai magnetik ke cip.

Sebelumnya, BI memastikan perbankan Indonesia sudah siap untuk mengganti mengganti kartu debit magnetiknya dengan menggunakan cip.

Deputi Gubernur BI Sugeng bilang, bank sudah siap memacu penggantian kartu debit dengan menggunakan cip."Mereka siap mengganti kartu debit dengan menggunakan cip lebih awal sebelum 2021," kata Sugeng .

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×