kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI optimis kredit tahun ini tumbuh 27%


Senin, 12 Desember 2011 / 15:13 WIB
BI optimis kredit tahun ini tumbuh 27%
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker pelindung berjalan di luar pusat perbelanjaan, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia, 8 September 2020.


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis tahun ini pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 27% bila pertumbuhan ekonomi dapat mencapai target 6,5%.

Optimisme BI ini lantaran hingga Oktober 2011 pertumbuhan kredit telah melampaui target awal yakni 24,4%. Per Oktober 2011 pertumbuhan kredit mencapai 25,7%. Kredit investasi mencatatkan pertumbuhan paling tinggi dibandingkan jenis kredit modal kerja dan konsumen.

Mengutip data BI, kredit investasi tumbuh 31,1% dari Rp 332,986 triliun pada Oktober 2010 menjadi Rp 436,54 triliun pada periode yang sama di 2011. Kredit modal kerja tumbuh 24,7% menjadi Rp 1.022 triliun dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp 819,581 triliun. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh paling lambat, yakni 23,8% menjadi Rp 647,55 triliun dibandingkan Oktober 2010 sebesar Rp 523,066 triliun.

"Untuk tahun depan, kalau pertumbuhan ekonomi diambil best line skenarionya 6,5%, pertumbuhan kredit juga bisa 27%," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, Senin (12/12).

Ia menambahkan, BI akan menyiapkan kebijakan makro prudensial tahun depan. Namun, seperti apa kebijakan yang dimaksud BI masih belum akan membeberkan.

"Intinya pertumbuhan kredit lebih berkualitas diarahkan ke yang produktif. Kebijakannya seperti apa tunggu tanggal mainnya," ungkap Hartadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×